Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan pangan fungsional berbasis bahan lokal sebagai alternatif bagi penderita penyakit yang membutuhkan pembatasan dan pengaturan konsumsi makanan.

"Kami juga melakukan riset dalam pemanfaatan isolat probiotik bakteri asam laktat yang mempunyai aktivitas inhibitor alfa glukosidase sebagai pangan fungsional bagi penderita diabetes tipe-2," kata anggota Kelompok Penelitian Teknologi Pangan Fungsional Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam LIPI Anastasia Wheni Indrianingsih dalam seminar virtual di Jakarta, Jumat.

Produk pangan fungsional yang dikembangkan oleh LIPI antara lain Day Eat, camilan kaya serat dengan kalori rendah berbahan beras merah dan ubi jalar putih yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. 

LIPI juga mengembangkan produk tepung mocaf yang mengandung serat, kalsium, dan fosfor lebih tinggi dari tepung terigu. 

"Tepung mocaf ini aman dikonsumsi penderita autis dan diabetes melitus," kata Anastasia dalam seminar tentang pangan fungsional yang diadakan bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia tanggal 16 Oktober.

Produk pangan fungsional lainnya adalah mie pati taka, yakni mi kering kaya serat berbahan dasar pati taka. Menurut hasil pengujian, produk mi tersebut aman dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

Selain itu, LIPI menghasilkan EntraFIT yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien yang mengalami malnutrisi atau pasien yang mengalami gangguan fungsi pencernaan di bagian oral.

Baca juga: LIPI ciptakan pangan fungsional karbohidrat dari pisang dan rebung bambu

Baca juga: Pangan fungsional tingkatkan metabolisme tubuh

Pewarta: Martha Herlinawati S

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020