Tim Katamataku Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) berharap guru, pelajar dan tenaga kependidikan dapat beradaptasi dengan situasi yang baru, terutama dalam kegiatan belajar mengajar di era pandemi dan dapat mengatasi permasalahan psikologis yang mungkin dihadapi.

Ketua Tim Katamataku, dr Yunia Irawati, SpM(K) dalam keterangannya, Selasa, mengatakan Tim Katamaku UI biasanya mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan penyandang kusta, namun kali ini, turut terjun langsung ke sektor pendidikan sebagai salah satu sektor yang sangat terdampak akibat pandemi COVID-19.

"Pandemi COVID-19 telah memengaruhi hampir setiap aspek kehidupan, termasuk aktivitas harian masyarakat, terutama di sektor pendidikan. Penerapan jaga jarak fisik dan penutupan sekolah membuat mereka tidak dapat beraktivitas normal," ucapnya.

Tim Katamataku terlibat di dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa-siswi baru tahun ajaran 2020/2021. Tim Katamataku mengisi webinar sesi penyuluhan kesehatan fisik dan mental bertajuk "Maintaining Physical and Mental Health in the COVID Era” bagi siswa maupun tenaga pengajar di sekolah menengah atas.

Kegiatan yang dilakukan secara daring ini diberikan bagi 318 siswa-siswi baru kelas X, serta bagi siswa-siswi kelas XI dan XII SMAN 68 Jakarta.

Hadir sebagai narasumber dalam webinar, yaitu Pengajar Fakultas Psikologi UI Adhityawarman Menaldi, M.Psi., Psikolog dan Staf Medik Departemen Dermatologi dan Venereologi FKUI/RSCM dr Melani Marissa, SpKK, yang dimoderatori oleh dr Athira Presialia.

Dr. dr. Tri Rahayu, SpM(K), FIACLE selaku project manager kegiatan yang juga staf pengajar di Departemen Ilmu Kesehatan Mata FKUI/RSCM mengaku bahwa sekolah, dalam hal ini adalah pelajar, guru, dan tenaga kependidikan harus melakukan penyesuaian terhadap kondisi ini dan harus mengubah strategi belajar mengajar dari metode tatap muka menjadi metode daring (online).

Pada sebagian orang penyesuaian ini mungkin dapat dilakukan dengan mudah, namun pada sebagian individu bisa menimbulkan masalah, tidak hanya permasalahan kesehatan fisik, permasalahan kesehatan mental selama pandemi ini berlangsung juga banyak ditemui di masyarakat. "Untuk itu, kami berinisiatif bekerja sama dengan sekolah untuk penyuluhan kesehatan fisik maupun mental," katanya.

Selain mengadakan webinar, Tim Katamataku UI juga menyebarkan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengetahui bagaimana dampak pandemi COVID-19 yang dirasakan oleh para peserta didik, khususnya siswa-siswi SMA.

Melani Marissa yang memaparkan secara lengkap terkait penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penggunaan masker, serta pencegahan iritasi kulit di tengah penggunaan masker dan hand sanitizer.

Ia mengatakan untuk menjaga stamina di masa pandemi, dianjurkan untuk tetap berolahraga setidaknya 30 menit, tiga kali seminggu, namun dapat diperhatikan agar tidak berolahraga bergerombol karena akan meningkatkan penularan COVID-19.

Psikolog UI Adhityawarman Menaldi mengatakan di tengah situasi yang banyak berubah ini, adjustable menjadi sangat penting. Para siswa dapat mencoba keterampilan maupun hobi baru. Sumber mental sehat adalah fleksibilitas dan fokus.

"Untuk menjaga kesehatan mental, dibutuhkan kemampuan beradaptasi dengan memahami cara mengatribusikan keadaan; memahami emosi yang kita alami, mengenali cara relaksasi yang tepat; dan menjauhkan cara pikir 'all or none' dan mengubahnya dengan pikiran 'I’ll keep trying'," katanya.

Tim Katamataku UI merupakan gabungan para akademisi UI lintas disiplin ilmu yang berkomitmen menjalankan pengabdian masyarakat dalam bentuk program Identifikasi Kelainan Mata, Kulit, dan Ekstremitas pada Kusta.

Tim Katamataku UI secara konsisten sejak tahun 2018 menjalankan program tersebut guna meningkatkan kualitas kesehatan bagi para penderita dan mantan penderita lepra. Kegiatan pengabdian masyarakat di UI berfokus untuk kemajuan masyarakat.

Baca juga: SMPN 1 Kota Bogor selenggarakan MPLS secara daring

Baca juga: Empat sekolah percontohan Kota Bekasi tunda belajar tatap muka

Baca juga: Disdik Kabupaten Bekasi larang sekolah tatap muka

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020