Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, meminta masyarakat agar tidak terjebak sikap euforia dan tetap waspada terhadap kemungkinan penyebaran COVID-19, walaupun saat ini sudah dibuka kembali aktivitas sosial dan ekonomi secara bertahap di kota tersebut.

"Kota Depok ini masih dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional sebagai transisi menuju adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau normal baru," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris di Depok, Kamis.

Ia mengatakan yang berlaku saat ini adalah protokol kesehatan PSBB proporsional sebagai transisi menuju AKB. Untuk itu, dia memohon kepada seluruh masyarakat supaya memahami kondisi ini dan tidak terjadi euforia ketika beberapa aktivitas sosial dan ekonomi dibuka secara bertahap.

Pihaknya akan melakukan evaluasi kebijakan yang diterapkan setiap waktu dengan berpatokan pada perkembangan kasus COVID-19.

"Kami akan terus mengevaluasi kebijakaan dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan secara seksama tren kasus COVID-19 di Kota Depok," ujarnya.

Dikatakannya saat ini pihaknya sedang melakukan penyisiran kembali terhadap kasus konfirmasi positif yang melakukan isolasi mandiri untuk diarahkan isolasi di RS Hasanah Graha Afiah (HGA), RS Citra Medika dan RSUD Kota Depok.

"Karena jumlah kasus konfirmasi positif aktif di Kota Depok dari 224 kasus, dimana 141 kasus di antaranya melakukan isolasi mandiri," ujarnya.

Dikatakannya upaya ini untuk memutus rantai penularan, terutama dalam lingkungan keluarga dan pihak-pihak yang melakukan kontak erat.

Baca juga: Pemkot Depok belum izinkan transportasi AKDP dan AKAP

Baca juga: Pembukaan pusat perbelanjaan di Depok sesuai dengan jadwal 16 Juni 2020

Baca juga: Depok larang kegiatan yang menghadirkan banyak orang

Pewarta: Feru Lantara

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020