Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Jawa Barat, mencatat antrean data siap cetak sebanyak 34.341 karena stok blanko kosong sehingga belum dapat melakukan pencetakan.

Kabid Pengelolaan Informasi dan Administrasi Kependudukan Disdukcapil Cianjur, Dundi Syahron Fajar di Cianjur Rabu mengatakan puluhan ribu data siap cetak tersebut merupakan perekaman yang dilakukan sejak Agustus hingga Oktober.

"Saat ini kemungkinan jumlahnya bertambah karena kami belum bisa melakukan pencetakan akibat blangko kosong. Sedangkan perekaman data pemohon terus dilakukan setiap hari," katanya.

Ia menjelaskan dalam satu hari proses perekaman di dinas serta data dari seluruh kecamatan di Cianjur, mencapai sebanyak 350 orang pemohon dengan total per bulan mencapai 7 ribu orang pemohon.

Saat ini, Cianjur hanya mendapatkan jatah blanko dari Dirjen Disdukcapil sebanyak 1.000 sampai 5.000 ribu keping blangko setiap bulannya, namun tidak setiap bulan blangko tersebut ada.

"Pengajuan selalu kami layangkan setiap bulan, namun jatah yang didapat hanya cukup untuk pencetakan selama 3 hari dengan jumlah 500 keping KTP elektronik," katanya.

Dalam pengajuan blangko tersebut kata dia, pihaknya kadang-kadang hanya mendapatkan jatah 100 paling banyak 500 keping karena hingga saat ini belum ada kepastian terkait ketersediaan blangko.

Untuk sementara warga yang telah dilakukan perekaman diberikan surat keterangan sebagai pengganti KTP-e yang fungsinya sama namun hanya berlaku selama 6 bulan.

Baca juga: Disdukcapil Karawang kekurangan blanko KTP

Baca juga: Cirebon hentikan program "cetak KTP elektronik lima menit"
 

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2019