Mitigasi risiko kekeringan di Lumajang

  • Jumat, 10 Juli 2026 15:34

Petugas mengisi air ke dalam penampungan saat penyaluran bantuan air bersih di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (10/7/2026). Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memulai penyaluran bantuan air bersih sebagai upaya mitigasi risiko kekeringan, menyusul hasil pendataan sementara yang mengidentifikasi sekitar 250 titik rawan krisis air bersih di 19 desa pada enam kecamatan. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr

Warga mengambil air dari penampungan saat penyaluran bantuan air bersih di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (10/7/2026). Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memulai penyaluran bantuan air bersih sebagai upaya mitigasi risiko kekeringan, menyusul hasil pendataan sementara yang mengidentifikasi sekitar 250 titik rawan krisis air bersih di 19 desa pada enam kecamatan. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr

Warga menampung air ke dalam wadah saat penyaluran bantuan air bersih di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, Jawa Timur, Jumat (10/7/2026). Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memulai penyaluran bantuan air bersih sebagai upaya mitigasi risiko kekeringan, menyusul hasil pendataan sementara yang mengidentifikasi sekitar 250 titik rawan krisis air bersih di 19 desa pada enam kecamatan. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr

Berita Terkait