Bandung (ANTARA) - Derit bunyi roda papan seluncur yang melaju di atas lintasan berpadu hangat dengan dentuman musik dan obrolan para seniman di sudut Dendy Darman Studio, Bandung, Kamis (4/6).
Suasana sore itu menjadi ruang intim bagi komunitas kreatif Kota Kembang untuk merayakan 60 tahun perjalanan siluet sepatu paling bersejarah milik jenama global Vans, Authentic.
Acara bertajuk Authentic Blast yang diinisiasi Vans Indonesia bersama studio kreatif lokal Lucas and Sons ini sejatinya dirancang dengan sederhana. Namun, Bandung rupanya membalikkan perkiraan penyelenggara.
Niat awal tim Vans Indonesia sebenarnya sederhana, hanya ingin datang ke Bandung, duduk-duduk santai sembari menikmati kopi, dan melihat anak-anak lokal bermain papan seluncur. Tapi, sore itu justru berubah menjadi perayaan subkultur yang meledak di luar kendali.
Gelaran itu sukses menyedot perhatian besar. Bukti paling sahih ada pada sistem registrasi pengunjung yakni kuota yang awalnya disediakan untuk konsumsi satu hari penuh, ludes tak tersisa hanya dalam waktu satu jam setelah dibuka.
"Sejujurnya ini di atas ekspektasi kami. Animo masyarakat Bandung luar biasa tinggi," ujar Senior Marketing Communication Manager Vans Indonesia, Michael Kienzy.
Vans tidak salah memilih pelabuhan. Kota Kembang terbukti memiliki ekosistem kreatif yang tak pernah kehabisan daya magis.
Sebanyak 23 seniman muda Bandung diboyong langsung oleh Lucky Widiantara sebagai kurator dalam acara ini, untuk memamerkan karya terbaik mereka, mulai dari instalasi 3D hingga seni kriya cetak yang memukau mata.
Di balik riuhnya pameran seni dan dentuman musik dari Alkateri serta DJ set dari Indra Dom Dom dan Eone Cronik, ada satu pesan kuat yang dibawa Vans ke Bandung, yakni tren fesyen dunia sedang bergerak mundur, bernostalgia ke era klasik yang simpel.
Michael mengungkapkan, pasar kini mulai melirik gaya lain dari sport style yang agresif, dan bahkan kembali melirik siluet kasual yang fleksibel (versatile).
Fenomena kembalinya classic look ini bahkan diadopsi oleh sejumlah rumah mode mewah (luxury fashion), yang secara tidak langsung mendongkrak penjualan Vans Authentic pada 2026 secara signifikan dibanding tahun sebelumnya.
"Orang-orang sekarang melihat Authentic sebagai on-trend shoes lagi untuk sepatu harian (daily shoes). Desainnya sangat sederhana dan cocok dipadukan dengan potongan celana apa saja," tutur Michael.
Sepatu model Authentic (yang awalnya lahir dengan nama Style 44 di toko pertama Van Doren di Anaheim) memang memegang takhta tertinggi dalam sejarah panjang kronologi Vans, sebelum lini Era muncul sepuluh tahun setelahnya.
Bagi para pencinta subkultur di Bandung, perayaan sore itu adalah penutup manis dari rangkaian kampanye Authentic yang sebelumnya sempat singgah di Jakarta. Selanjutnya, Vans Indonesia bersiap membawa seluruh energi kreativitas ini menuju titik akhir perayaan di Bali pada 21 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Skateboard Sedunia (World Skate Day) dengan kampanye Authentic dan Era.
Pewarta: RPGEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.