Bandung (ANTARA) - Jumlah pengguna jasa kereta api di wilayah PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencapai 1.765.705 penumpang sepanjang periode Januari hingga April 2026, dengan jumlah terbanyak pada bulan Maret yang mencapai lebih dari setengah juta orang.

Keterangan KAI Daop 2 Bandung yang diterima di Bandung, Jawa Barat, Jumat, menyebutkan realisasi pergerakan penumpang pada caturwulan pertama tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 9,42 persen jika dibandingkan dengan performa periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatatkan angka 1.613.631 penumpang.

Berdasarkan data statistik korporasi, fluktuasi volume penumpang per bulan secara rinci bermula dari Januari sebanyak 461.993 pelanggan, menurun di Februari menjadi 367.004 pelanggan, naik di Maret hingga mencapai titik kulminasi sebanyak 519.885 pelanggan, dan melandai di April dengan 416.823 pelanggan.

"Peningkatan jumlah pelanggan ini menjadi bukti bahwa kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai pilihan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan efisien. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah menggunakan layanan kereta api dari wilayah Daop 2 Bandung," kata Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo dalam keterangannya.

Kuswardojo menguraikan selain dipicu oleh tingginya faktor kepercayaan publik terhadap ketepatan waktu armada, pertumbuhan masif ini ditopang oleh KAI yang mengintegrasikan operasional angkutan massal dengan program kampanye ramah lingkungan (go green) nasional.

Langkah konkret penekanan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) tersebut dieksekusi secara digital melalui modernisasi layanan di dalam stasiun guna menekan emisi karbon dan pemborosan material fisik.

"KAI Daop 2 Bandung terus menghadirkan berbagai layanan yang memudahkan pelanggan sekaligus mendukung program keberlanjutan lingkungan. Di antaranya melalui penggunaan teknologi 'face recognition' untuk proses 'boarding' yang lebih praktis dan 'paperless', penyediaan fasilitas 'drinking water station' di stasiun guna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, penggunaan panel surya pada sejumlah bangunan milik KAI, serta pengelolaan limbah dan sampah sesuai ketentuan dari Dinas Lingkungan Hidup," ujar Kuswardojo.

Guna menjaga konsistensi tren positif pertumbuhan penumpang pada triwulan berikutnya, manajemen Daop 2 Bandung, tambah dia, berkomitmen memperketat pengawasan pada aspek higienitas gerbong, keandalan mekanis lokomotif, hingga peningkatan fasilitas ruang tunggu di stasiun utama maupun stasiun penyangga di Jawa Barat.



Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026