Cirebon (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, Jawa Barat, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan di wilayahnya atas gangguan perjalanan kereta api (KA) akibat insiden di Stasiun Bekasi Timur.

Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin di Cirebon, Selasa, mengatakan gangguan tersebut berdampak pada operasional KA yang melintas di wilayahnya.

“Kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang dialami,” katanya.

Ia menjelaskan insiden bermula dari KA Argo Bromo Anggrek yang mengalami kecelakaan di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, pada Senin (27/4) malam dan berdampak terhadap pembatalan 10 perjalanan KA.

Menurut dia, pada Selasa (28/4) terdapat 17 perjalanan KA yang dibatalkan sebagai dampak kejadian tersebut.

Dengan demikian, ia menyebutkan total terdapat pembatalan perjalanan 27 KA yang melintas di wilayah Daop 3 Cirebon.

Selain pembatalan, Muhibbuddin menuturkan sejumlah perjalanan KA yang tetap beroperasi juga mengalami keterlambatan.

Ia mengatakan keterlambatan terjadi karena jalur sempat terdampak, meskipun pada sekitar pukul 01.00 WIB jalur hilir sudah dapat dilalui kembali dengan sistem satu jalur.

“Sehingga antrean masih cukup lumayan, ini berdampak kepada keterlambatan beberapa KA tersebut,” ujarnya.

Terkait peristiwa ini, pihaknya telah mengirimkan satu unit kereta derek (crane) beserta sembilan kru, termasuk masinis dan asisten masinis untuk membantu penanganan di lokasi kejadian.

Selain itu, ia menyampaikan sejumlah petugas juga dikerahkan untuk membantu evakuasi sarana serta perbaikan prasarana di lokasi kejadian.

Di sisi layanan pelanggan, pihaknya mencatat sebanyak 105 tiket telah dibatalkan dengan pengembalian dana 100 persen sejak kejadian berlangsung.

“Sebanyak 36 penumpang juga dialihkan perjalanannya dari KA Gunungjati menuju Jakarta menggunakan KA Darmawangsa dan KA Blambangan Ekspres dengan tujuan Pasar Senen,” katanya.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026