Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak warganya memanfaatkan potensi limbah di lingkungan seperti sampah dan pengolahan kotoran sapi menjadi biogas, sebagai bahan bakar alternatif pengganti gas elpiji.

"Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik bisa," kata Dedi dalam keterangan persnya diterima di Bandung, Jabar, Kamis.

Penyesuaian harga elpiji nonsubsidi yang kini menembus angka Rp228.000 per tabung ukuran 12 kilogram, memicu dorongan masif untuk melakukan diversifikasi energi berbasis kearifan lokal di Jawa Barat, mulai dari pengolahan kotoran sapi (biogas) hingga penggunaan kayu bakar.

Langkah ini dinilai sebagai strategi bertahan hidup (survival strategy) yang paling realistis bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga energi global.

Potensi biogas ini, menjadi sorotan utama setelah para peternak di Kabupaten Bandung Barat, sukses mengonversi kotoran hewan menjadi energi masak harian. Api yang dihasilkan dari sistem biogas ini diklaim memiliki tekanan besar dan mampu memenuhi kebutuhan dapur secara berkelanjutan tanpa terpengaruh harga pasar.

Dedi menilai kemampuan adaptasi masyarakat terhadap kenaikan harga harus dibarengi dengan keberanian kembali ke cara-cara tradisional yang telah dimodernisasi.

"Saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas. Jadi memang kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita," ujarnya.

Selain biogas, strategi diversifikasi energi yang bisa dipilih menurut Dedi, adalah bagi masyarakat perkampungan untuk optimalisasi kembali penggunaan kayu bakar yang melimpah di pedesaan.

Sementara bagi masyarakat perkotaan, bisa migrasi jadi penggunaan kompor listrik sebagai alternatif pengganti gas nonsubsidi.

Kenaikan harga yang berlaku sejak 18 April 2026 ini, berdampak signifikan pada dua jenis produk nonsubsidi di wilayah Jawa Barat yakni elpiji 12 kilogram naik menjadi Rp228.000 per tabung. Dan elpiji 5,5 kilogram naik menjadi Rp107.000 per tabung.

Hingga saat ini, pemerintah memastikan harga elpiji subsidi ukuran 3 kilogram tidak mengalami kenaikan. Namun, Dedi tetap mendorong warga untuk mulai membangun kemandirian energi secara swadaya guna mengantisipasi gejolak ekonomi di masa depan.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026