Cianjur (ANTARA) - Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mengamankan 40 sepeda motor dengan knalpot bising yang terjaring dalam razia petugas di sejumlah titik di jalur utama mudik Cianjur, sebagian besar sepeda motor tidak dilengkapi surat-surat.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi di Cianjur, Selasa, mengatakan puluhan sepeda motor yang terjaring dalam razia tersebut di parkir halaman Polres Cianjur dengan bagian ban depan dirantai.
Pihaknya akan mengembalikan sepeda motor setelah pemilik mengganti knalpot dengan buatan pabrik serta bagi yang surat tidak lengkap diminta untuk membawanya sebelum dikembalikan dan membuat pernyataan tidak kembali mengulangi kesalahan.
"Kami menggelar razia dengan sasaran knalpot bising yang masih banyak dikeluhkan warga, sehingga petugas berhasil menjaring sekitar 40 sepeda motor dengan knalpot bising dan tidak disertai surat lengkap," katanya.
Para pemilik kendaraan sudah dilakukan pendataan dan diminta mengganti dengan knalpot standar pabrik agar dapat membawa kembali sepeda motornya pulang, selama belum memenuhi persyaratan kendaraan akan tetap ditahan di Polres Cianjur.
Seiring masih tingginya penggunaan knalpot bising, ungkap dia, pihaknya akan terus menggelar razia secara acak termasuk melibatkan jajaran Polsek sehingga sepeda motor dengan knalpot bising dapat ditekan karena banyak dikeluhkan masyarakat.
Pihaknya mengimbau pemilik kendaraan yang masih menggunakan knalpot bising segera menggandar karena razia secara acak akan terus digelar mulai dari jalur utama hingga jalur selatan Cianjur.
"Selama masih ada sepeda motor dengan knalpot bising, kami akan terus melakukan razia sehingga tidak ada lagi keluhan masyarakat yang terganggu dengan suara knalpot bising," katanya.
Dia juga meminta pengendara untuk mematuhi aturan lalulintas dan anjuran petugas agar aman, nyaman serta selamat dalam perjalanan terutama bagi pemudik dengan roda dua dapat beristirahat ketika lelah di sejumlah tempat yang tersedia sebelum melanjutkan perjalanan.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026