Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano di Cianjur, Jumat, mengatakan Kabupaten Cianjur masih memiliki sekali lagi panen di akhir 2017, sehingga diperkirakan dapat menambah produksi beras sehinga realisasi produksi di atas target yang telah ditetapkan.
"Tahun lalu produksi mencapai 903.621 ton beras dari 136.763 hektare lahan tanaman padi sawah dan 15.092 hektare lahan tanaman padi ladang. Tahun lalu, capaiannya 100,88 persen. Tahun ini kami optimistis melebihi angka tersebut," katanya.
Peningkatan produktivitas tersebut tidak luput dari upaya maksimal petani untuk meningkatkan produksi padi di lahan tanam seluas 156.652 hektare dengan perkiraan panen sebanyak 150.784 hektare dan produksi rata-rata mencapai 5,86 ton per hektare.
Dinas menyatakan sukses melakukan mencetak sawah baru seluas 51,1 hektare, terbagi di Kecamatan Cibinong seluas 27,38 hektare dan Sindangbarang seluas 23,72 hektare. Maksimalnya produksi padi tidak luput dari penambahan alat mesin pertanian yang didapat dari pemerintah pusat.
"Bantuan alat tersebut memudahkan petani memanen hasil produksinya karena pengerjaan mengunakan alat tersebut lebih cepat dengan produktivitas yang lebih meningkat," katanya.
Pemerintah pusat, kata dia, berperan besar dalam mendukung program swasembada pangan terutama di wilayah tersebut. "Pemerintah pusat punya Program Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2025. Itu merupakan program yang lebih dulu diusulkan di Cianjur," katanya.
Cianjur, kata Mamad, harus mampu membuktikan bantuan alat pertanian dapat meningkatkan produksi pangan karena bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan Cianjur, produksi pertanian ditujukan guna pemenuhan kebutuhan pangan nasional.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.