Garut (ANTARA) - Sejumlah mahasiswa menggelar aksi di Pendopo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis sore, mempertanyakan kasus tragedi maut yang menewaskan tiga orang dalam acara pesta rakyat rangkaian pernikahan pejabat di Pendopo Garut yang dinilai sampai saat ini tidak transparan dalam penanganan hukumnya.
Salah satu peserta aksi mahasiswa, Maulana mengatakan, tragedi maut pada Juli 2025 yang menewaskan tiga orang akibat terinjak-injak dalam rangkaian pesta pernikahan Wakil Bupati Garut di Pendopo sampai saat ini belum jelas disampaikan kepada publik.
"Sampai sekarang apa, tidak ada proses hukum yang ditindaklanjuti," kata Maulana saat orasinya di tengah-tengah mahasiswa.
Ia menyampaikan, kasus tiga orang tewas di Pendopo Garut tersebut informasinya ditangani langsung oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat, dan sampai saat ini tidak ada penjelasan secara resmi dalam penyelesaian kasusnya.
Seharusnya, kata dia, aparat penegak hukum bisa menunjukkan yang jelas dalam penanganan kasus hukum insiden di Pendopo tersebut kepada publik.
"Pertanyaannya tiga nyawa di sini sampai sekarang tidak ada proses hukum yang benar secara konkret untuk kita semua," katanya.
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Garut itu juga menyampaikan tuntutannya terkait kinerja pejabat pemerintah daerah dan anggota DPRD Garut yang belum berpihak kepada masyarakat.
Rangkaian aksi tersebut sebelumnya digelar di Alun-Alun Garut, kemudian berjalan kaki menuju gerbang Pendopo Garut untuk menggelar orasi menyampaikan berbagai persoalan Garut.
Mahasiswa juga kemudian menggelar doa bersama, tabur bunga, dan menyalakan lilin di kawasan Pendopo tempat diselenggarakannya Pesta Rakyat pada waktu itu.
Aksi mahasiswa tersebut berlangsung tertib tanpa ada penjagaan secara ketat oleh personel kepolisian setempat. Sejumlah personel Satpol PP Garut yang berada di sekitar Pendopo hanya memantau aksi sampai akhirnya mahasiswa membubarkan diri.
Sebelumnya, Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maula Akbar seorang anggota DPRD Provinsi Jabar juga anak Gubernur Jawa Barat menggelar pesta pernikahan di Pendopo, dan salah satunya menggelar kegiatan Pesta Rakyat yakni menyediakan makanan untuk masyarakat.
Namun kegiatan tersebut berakhir ricuh di gerbang Pendopo Garut sampai massa tidak terkendali yang menyebabkan seorang anak usia delapan tahun warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, kemudian Dewi Jubaeda (61), dan seorang anggota Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri (39) meninggal dunia.
Adanya kejadian itu, Kepolisian Daerah Jawa Barat sudah melakukan olah tempat kejadian perkara.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026