Cianjur (ANTARA) - Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mengeluarkan imbauan penundaan sementara bagi warga yang hendak melaksanakan umrah ke Tanah Suci guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena konflik di Timur Tengah.

Plt Kepala Kantor Kemenhaj Cianjur Herriyanto di Cianjur, Rabu, mengatakan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri telah memberikan imbauan bagi calon jamaah umrah untuk menunda keberangkatan sampai situasi di Timur Tengah kembali normal.

"Kementerian Haji dan Umrah Cianjur mengimbau pada penyedia jasa dan masyarakat Cianjur untuk menunda kegiatan ibadah umrah untuk sementara waktu sambil menunggu situasi di Timur Tengah aman," katanya.

Dia menjelaskan, sejak awal Maret 2026 pemerintah Indonesia berhasil mengevakuasi atau memulangkan sebanyak 6.247 jamaah umrah ke tanah air, di mana beberapa ratus orang di antaranya merupakan warga Cianjur.

Pihaknya mencatat masih banyak warga Cianjur yang berada di Tanah Suci menjalankan ibadah umrah karena selama bulan puasa menjadi waktu berangkat yang banyak diincar calon jamaah, namun pihaknya belum memiliki data pasti jumlah jamaah umrah dari Cianjur.

Untuk beberapa bulan ke depan pihaknya meminta masyarakat Cianjur yang berniat untuk melaksanakan umrah ke Tanah Suci menunda keberangkatan guna menghindari hal yang tidak diinginkan seiring masih berlangsungnya konflik di Timur Tengah.

"Untuk data pasti harus bersurat terlebih dulu, setelah ada surat nanti kita usulkan dan baru didapatkan jumlah pasti jamaah umrah yang masih berada di Tanah Suci," katanya.

Dia menjelaskan meski kegiatan umrah di tanah suci tidak terdampak langsung dengan konflik yang sedang terjadi, namun berdampak terhadap rute penerbangan yang dibatalkan demi menjaga keamanan dan kenyamanan jamaah.

"Kami berharap konflik segera berakhir dan penerbangan ke berbagai negara di Timur tengah kembali dibuka normal sehingga kegiatan umrah dan haji dapat berjalan normal," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026