Hanya saja proses menuju kreativitas tersebut seorang seniman harus terlibat dalam menanggapi problematika keseharian masyarakat, kata Tisna Sanjaya, pada diskusi bertajuk Seni Berbasis Realitas Budaya, di Bandung, Sabtu.
Menurut Tisna, bahan bahan yang kita temukan disekitar kita yang begitu melimpah bisa menjadi seni.
Ia mencontohkan Kota Guangzhou di China yang membuat program holistik tentang tindak berkesenian yang berfokus dan berefek pada kejernihan sungai di kota tersebut.
"Silakan berkesenian dengan medium apa saja dan berkolaborasi dengan siapa saja asalkan efeknya bisa menjadikan sungai yang membelah kota menjadi jernih," ujar Tisna.
Sementara Acep Iwan Saidi berpendapat diperlukan seni yang ideologis dan terlibat dan lebih jauh ia menambahkan seni harus berawal dari pemahaman semantis dan simbolis terhadap realitas.
"Untuk itu diperlukan kejujuran dan keikhlasan dalam mewujudkannya," ujar Acep.
Pewarta: Ajat SudrajatEditor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.