Bandung (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah mendalami skema sewa helikopter medis guna memangkas waktu tempuh bagi pasien di wilayah pelosok yang membutuhkan penanganan darurat ke rumah sakit rujukan.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyatakan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari gagasan Gubernur Dedi Mulyadi untuk menjamin akses kesehatan yang setara bagi warga di jangkauan geografis yang sulit.

"Komitmen pak gubernur meningkatkan kualitas kesehatan sangat kuat, sampai muncul gagasan untuk rumah sakit yang jauh, kami bantu fasilitasi helikopter melalui sewa," ujar Herman di Gedung Sate Bandung, Rabu.

Ia menjelaskan saat ini pihaknya sedang mengkaji dua opsi pendanaan, yakni melalui mekanisme pergeseran anggaran atau perubahan anggaran dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas.

Layanan ambulans udara ini akan diprioritaskan untuk RSUD Jampang Kulon di Kabupaten Sukabumi dan RSUD Pameungpeuk di Kabupaten Garut. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki durasi perjalanan darat yang sangat lama menuju Kota Bandung.

"Prioritasnya untuk RSUD yang jauh dari jangkauan. Kalau dari Pameungpeuk harus ke RSUP Hasan Sadikin bisa dibayangkan durasinya jika lewat darat," tutur Herman.

Sebagai langkah konkret saat ini, Pemprov Jabar mulai merancang pembangunan helipad atau landasan helikopter di kedua RSUD tersebut. Selain itu, koordinasi intensif dilakukan dengan rumah sakit rujukan utama di ibu kota provinsi.

"Kami bisa siapkan helipad di lokasi masing-masing. Dinas Kesehatan juga sedang koordinasi dengan RSHS dan RS Santosa," ucapnya.

Herman menegaskan penggunaan helikopter sangat logis untuk situasi darurat di mana ambulans darat tidak lagi efektif mengejar waktu kritis pasien (golden period).

Meski demikian, ia belum menentukan kapan skema ini mulai dioperasikan secara penuh.

"Ini kan baru seminggu yang lalu ya pak gubernur memberikan arahan dan ini luar biasa. Kami masih mendalami skema sewa helikopter. Yang jelas harus akuntabel," tuturnya.



Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026