Cianjur (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat memberikan pelatihan keterampilan, khususnya bagi perempuan dengan ekonomi rentan di daerah itu, agar dapat memiliki penghasilan guna memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur, Selasa, mengatakan berbagai pelatihan keterampilan yang diberikan guna menghindari perempuan setempat menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Ia menyebut program tersebut akan digelar di sejumlah kecamatan di kabupaten tersebut.

Program yang diberikan mencakup pelatihan menjahit, kuliner, pengembangan UMKM, pengemasan produk, sampai dengan pemasaran secara digital serta memberikan fasilitasi permodalan dan program wirausaha.

"Ketika perempuan memiliki keahlian dan keterampilan diharapkan dapat menjadi modal bagi mereka untuk membuka usaha, sehingga tidak lagi terbujuk untuk mencari kerja yang penempatannya tidak jelas," katanya.

Pihaknya melakukan berbagai cara guna menekan pekerja migran asal Cianjur berangkat ke luar negeri secara ilegal dengan mendorong pemerintah desa melakukan pengawasan dan pemantauan, termasuk memberikan informasi dan edukasi bagi masyarakat terkait dengan prosedur resmi bekerja ke luar negeri.

Dia menjelaskan selama ini banyak calon pekerja migran asal Cianjur yang berangkat keluar negeri karena tergiur janji gaji besar dan penempatan layak dari para calo yang akhirnya berujung masalah.

Mereka, katanya, tetap berangkat meski tidak sesuai prosedur atau ilegal.

Untuk menekan angka tersebut, pihaknya meminta aparatur desa aktif memantau dan mengawasi warganya yang akan bekerja ke luar negeri serta memberikan edukasi agar tidak berujung masalah.

"Jumlah pekerja migran asal Cianjur yang mengalami masalah di dalam dan luar negeri cukup tinggi, sebagian besar kasusnya karena berangkat tidak melalui prosedur resmi, rata-rata diberangkatkan melalui calo," katanya.

Pihaknya menegaskan bagi perempuan yang hendak mencari kerja ke luar daerah atau luar negeri dapat memastikan informasi yang jelas sampai dengan penempatan dengan cara datang langsung ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Cianjur.

"Jangan mudah tergiur dengan gaji besar namun pemberangkatannya secara ilegal, jangan sampai niat baik memperbaiki ekonomi keluarga berbuah petaka," katanya.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026