Kementerian Pariwisata kemudian mendorong diversifikasi destinasi melalui penguatan destinasi prioritas, destinasi regeneratif, serta pengembangan desa wisata di luar Pulau Jawa.

Mengutip data Kementerian Perhubungan, pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencatatkan pergerakan pelaku perjalanan di 10 destinasi pariwisata prioritas dan 3 destinasi regeneratif mencapai 11,81 juta atau tumbuh 10,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dalam rangka menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kementerian Pariwisata pun mengambil langkah kebijakan yang terstruktur dan terkoordinasi, seperti penerbitan surat edaran kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata yang dilengkapi dengan modul CHSE dan kebencanaan, hingga koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah untuk memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan wisatawan.

Upaya lain yang dilakukan Kementerian Pariwisata seperti memastikan kebijakan insentif transportasi, menyediakan ragam promosi paket wisata tematik Natal dan Tahun Baru melalui berbagai kanal kampanye nasional, termasuk kampanye digital #DiIndonesiaAja serta pameran pariwisata seperti Bangga Berwisata di Indonesia Travel Fair dan Wonderful Indonesia Tourism Forum.

Dihadirkan pula program BINA (Belanja di Indonesia Aja) Indonesia Great Sale 2025 sebagai bentuk kolaborasi dengan para mitra. Selama periode pelaksanaannya, BINA Indonesia Great Sale mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp31 triliun.



Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026