Sumedang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, menargetkan pemasangan Tiang Pintar dengan kemampuan multifungsi di setiap kecamatan guna mendukung penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Jawa Barat, mengatakan Tiang Pintar tersebut merupakan inovasi pertama di Indonesia yang dirancang dalam satu perangkat dengan berbagai fungsi terintegrasi.
"Tiang multifungsi ini adalah yang pertama di Indonesia, bisa untuk pelayanan dan memonitor kondisi di lapangan guna mencegah terjadinya kejahatan, kebakaran, dan bencana lainnya. Kita targetkan pemasangan setiap kecamatan satu," ujarnya.
Dirinya menjelaskan bahwa salah satu keunggulan utama Tiang Pintar tersebut terletak pada penggunaan robot terbang (drone) patroli otomatis dengan berbagai sensor yang berfungsi untuk memantau kondisi lingkungan secara berkala.
"Satu tiang tersebut ada Wi-Fi gratis serta drone yang akan patroli lingkungan sejauh 1 km yang dijadwalkan akan keluar sehari empat kali untuk memonitor kondisi di lapangan," tambahnya.
Selain itu, satu tiang dengan konsep multifungsi tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas, di antaranya sensor kualitas udara dan kecepatan angin, Wi-Fi gratis, CCTV, papan reklame digital, pengeras suara, tombol darurat, dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Ia menambahkan bahwa keberadaan Tiang Pintar tersebut nantinya akan terintegrasi dengan sistem layanan pemerintah daerah guna mendukung penanganan yang lebih cepat.
"Tiang Pintar ini nanti akan terintegrasi ke command center kami di Layanan 112 yang terhubung ke layanan kebakaran, layanan bencana, serta layanan kesehatan, dan nanti akan terhubung ke kepolisian," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Alita Praya Mitra Joseph Lumban Gaol yang merupakan mitra pengembangan mengatakan bahwa Tiang Pintar tersebut juga dapat berperan lebih luas sebagai pintu masuk transformasi ekonomi digital.
"Kami sudah rencanakan alur jangka panjangnya. Jadi, akan ada fungsi membuka gerbang transformasi ekonomi digital selain aspek pelayanan masyarakat, seperti contohnya menyediakan kebutuhan data dari sensor lingkungan di industri yang berbasis data," jelasnya.
Dirinya juga menyebut bahwa anggaran pembangunan satu unit Tiang Pintar berkisar antara Rp600 juta hingga Rp1 miliar, dan pendanaan tersebut tidak bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).
"Anggaran satu tiang mungkin kisarannya sekitar 600 tergantung 600 juta sampai 1 miliar, dan itu bukan dari APBD," jelasnya.
Ia berharap keberadaan Tiang Pintar dapat memberikan wawasan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan dan mendorong inovasi pelayanan publik ke arah transformasi digital.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026