Bandung (ANTARA) - PT Maya Gapura Intan (PO MGI) turut meramaikan jalur padat travel relasi Bandung-Jakarta, dengan menghadirkan layanan shuttle melalui unit bisnisnya TRAVL, guna mendukung mobilitas masyarakat kedua kota ini.
Vice CEO PT Maya Gapura Intan, Ichsan T Erizananda, dalam keterangan di Bandung, Selasa, mengatakan pihaknya menghadirkan armada dengan pendekatan memangkas kapasitas kursi guna memaksimalkan gerak penumpang, sebagai jawaban kebutuhan efisiensi waktu dan kenyamanan ruang personal para pelaju.
Disebutkan dia, langkah ini diambil perusahaan sebagai strategi diferensiasi di tengah padatnya persaingan layanan transportasi (shuttle) pada rute gemuk tersebut, dengan membidik segmen profesional muda, mahasiswa, hingga pekerja yang membutuhkan ketenangan selama perjalanan.
"Inisiatif ini merupakan upaya mengubah persepsi perjalanan antarkota. Bagi kami, perjalanan bukan sekadar berpindah dari satu kota ke kota lain, tetapi tentang bagaimana penumpang bisa merasa lebih nyaman dan tenang sepanjang perjalanan,” ujar Ichsan.
Ichsan mengatakan layanannya yang diluncurkan Senin (22/12) ini, berbeda dengan yang lain yang umumnya memaksimalkan kapasitas angkut, dengan mengkonfigurasi armada Toyota HiAce Premio hanya dengan delapan kursi, untuk memberikan ruang kaki (legroom) yang lebih luas.
Guna menunjang produktivitas penumpang yang mayoritas adalah pekerja, setiap kursi telah dilengkapi dengan port USB Type-C berkemampuan pengisian daya cepat (fast charging), guna menjawab masukan terkait sulitnya menjaga daya gawai tetap optimal selama dua hingga tiga jam perjalanan.
Selain aspek teknis armada, TRAVL juga memperkenalkan layanan "Travel Concierge" atau pramutamu di setiap titik henti (travel point) yang berfungsi memberikan informasi terperinci seputar perjalanan, sebagai terobosan menghadirkan standar layanan yang lazim ditemui di industri perhotelan.
MGI menempatkan titik keberangkatan layanan mereka di lokasi strategis yang terintegrasi dengan moda transportasi dalam kota, yakni di Blora-Dukuh Atas, Fatmawati, dan Bintaro. Sementara untuk wilayah Bandung, layanan berpusat di area Pasteur (D’Botanica), untuk kemudahan aksesibilitas.
Untuk layanan ini, pihak manajemen menetapkan tarif tiket di kisaran Rp175.000 hingga Rp190.000 untuk satu kali perjalanan, bergantung pada waktu keberangkatan yang dinilai kompetitif mengingat fasilitas ruang dan privasi yang ditawarkan.
"Sebagai jaminan layanan, perusahaan menerapkan transparansi kompensasi berupa voucher potongan harga bagi penumpang jika terjadi keterlambatan atau pembatalan perjalanan," ujarnya.
Ke depan, MGI dengan TRAVL-nya berencana melakukan ekspansi rute secara bertahap ke kota-kota potensial lainnya serta pengembangan aplikasi pemesanan mandiri untuk mempermudah reservasi tiket yang saat ini masih diakses melalui laman resmi TRAVL.co.id.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026