Bandung (ANTARA) - Ono Surono, kembali terpilih menjadi Ketua DPD PDIP Jawa Barat dengan didampingi Sekretaris Chaerul Budi Mantini dan Bendahara Budi Sembiring untuk periode 2025-2030 yang dipastikan dalam konferensi daerah PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat di Bandung, Minggu.
Ditemui selepas terpilih secara aklamasi, Ono mengungkapkan menahkodai PDIP Jabar untuk lima tahun ke depan lagi, menjadi tugas yang berat lantaran bakal berbeda kondisinya dengan 2019 saat partai mempunyai instrumen dalam jabatan publik di tingkat nasional maupun kabupaten/kota.
"Kondisi 2024 telah berubah, posisi PDIP baik di tingkat nasional maupun provinsi, dan kabupaten/kota, sehingga dengan diputuskannya saya untuk kembali menjadi Ketua DPD PDIP Jabar, tentunya ini menjadi kerja yang sangat berat. Tapi, kami tak akan ciut, karena saya yakin PDIP Jabar solid dalam bekerja yang berhubungan dengan rakyat," kata Ono.
Ono pun menegaskan, masih banyak isu yang berkembang yang bisa sangat berpengaruh terhadap kehidupan rakyat, sehingga perjuangan partai ke depan tak akan pernah lepas melakukan pendampingan atau advokasi pengorganisasian rakyat, terutama rakyat yang terdampak dari kebijakan-kebijakan pemerintah.
"Besok, kami mendampingi DPP untuk memimpin konfercab di empat wilayah, yakni Bogor Raya, Bekasi Raya, Cirebon Raya, dan Priangan Timur. Lalu, kami akan menyiapkan konsolidasi organisasi pembentukan pengurus anak cabang di tingkat kecamatan yang mesti selesai. Kami fokus juga masih pada konsolidasi partai di pembentukan pengurus ranting tingkat desa/kelurahan dan pengurus anak ranting tingkat RW kampung/dusun, dan pada Januari kami akan ada Rakernas PDIP untuk menunggu rekomendasi dalam melakukan kerja-kerja politik partai," ujarnya.
Lebih lanjut, Ono menegaskan diperlukan evaluasi dan otokritik di internal PDIP Jabar, berkaca pada hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, di mana mereka hanya mampu menempati peringkat keempat di tingkat provinsi Jabar.
Ono mengakui adanya penurunan elektabilitas di beberapa kabupaten/kota di Jabar, meski sejumlah kabupaten/kota lain justru menunjukkan peningkatan kursi maupun suara.
Oleh karena itu, evaluasi dan otokritik PDIP Jabar akan berfokus pada penguatan kerja politik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Evaluasi kita, otokritik kita, bagaimana partai ini menggerakkan instrumen partai yang terdiri dari struktural, eksekutif, legislatif, untuk kerja-kerja kerakyatan," ujarnya.
Dengan fokus pada kerja kerakyatan, diyakini Ono, akan membawa dampak elektoral yang otomatis akan meningkat.
Dalam upaya merebut kembali dominasi, Ono Surono menetapkan lima daerah yang menjadi fokus utama PDIP Jabar, yaitu: Indramayu, Majalengka, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, dan Subang.
"Akan kita rebut kembali. Mohon doanya. Pokoknya akan lebih keras lagi," tutur dia.
