Jakarta (ANTARA) - Dunia olahraga berduka setelah petinju legendaris Inggris Richard "Ricky" Hatton meninggal dunia pada Minggu (14/9) di Hyde, Greater Manchester, dalam usia 46 tahun.
Tim sepak bola Manchester City, misalnya, mengumandangkan duka cita mereka melalui media sosial. Hatton dikenal sebagai suporter City.
"Ricky adalah salah satu pendukung City yang paling dicintai dan dihormati. Dia akan selalu dikenang karena karier tinju cemerlang yang membuatnya memenangkan gelar juara dunia kelas welter dan welter ringan. Semua orang di klub ini menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabatnya pada masa sulit ini," tulis City pada unggahan media sosialnya, Senin.
Sebagai bentuk penghormatan kepada Hatton, City membuat seremoni tepuk tangan selama satu menit sebelum laga derbi melawan Manchester United di Stadion Etihad pada Minggu (14/9).
Hatton pernah bertanding Stadion City of Manchester (kini Stadion Etihad), ketika menghadapi Juan Lazcano pada 24 Mei 2008.
Ungkapan duka cita juga mengalir dari para petinju dunia dan petarung bela diri campuran.
Salah satunya adalah petinju Inggris Amir Khan yang menyebut Hatton salah satu petinju terhebat di Inggris dan dianggapnya teman, mentor serta pejuang.
"Ricky, terima kasih untuk semuanya. Untuk perjuangan, momen-momen kejayaan dan kegigihanmu. Selamat beristirahat, Ricky. Kau akan selalu ada di 'ring' kenangan kami," tulis Amir dalam akun X resminya @amirkingkhan.
Duka cita serupa juga datang dari nama-nama besar olahraga lainnya seperti legenda tinju Manny Pacquiao, legenda bela diri campuran Conor McGregor dan legenda sepak bola Inggris Jamie Carragher.
Hatton ditemukan meninggal dunia oleh Kepolisian Greater Manchester di Hyde, Tameside, Greater Manchester, pada Minggu (14/9).
