Bandung (ANTARA) - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding yang meresmikan Migrant Center di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Kamis, guna menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) ke pasar global sekaligus perlindungannya.

Karding menjelaskan fasilitas ini akan menjadi pusat pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja, agar mereka memiliki standar dan terlindungi. Kemudian juga informasi bagi mahasiswa yang ingin bekerja di luar negeri.

'Migrant Center ini adalah ekosistem vokasi terpadu. Ada pelatihan keterampilan, bahasa, soft skill seperti literasi keuangan dan bela negara, hingga layanan informasi bagi calon pekerja migran. Kami ingin tenaga kerja kita terstandar, terlindungi, dan siap menghadapi pasar global," ujar Karding di Kampus UPI Bandung, Kamis.

Pendirian ini, kata Karding, agar bisa menjawab kebutuhan tenaga kerja di luar negeri yang besar. Dia mencontohkan Jepang untuk tahun 2025, membuka 639 ribu lowongan dengan prioritas pekerja asal Indonesia.

"Ini peluang yang harus kita tangkap dengan penyiapan SDM yang tepat," katanya.

Menurut Karding, Migrant Center UPI ini akan membantu memperbaiki tata kelola tenaga kerja migran, yang mana pemerintah saat ini menargetkan agar seluruh calon pekerja migran terdaftar dan terlindungi.

"Selama ini banyak kasus bermunculan karena nonprosedural. Ke depan, semua yang bekerja ke luar negeri harus melalui satu pintu agar kita bisa melindungi mereka," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Rektor UPI, Didi Sukyadi, mengungkapkan pendirian Migrant Center ini adalah wujud tanggung jawab universitas pada tenaga kerja Indonesia, termasuk lulusan UPI.

Peresmian Migrant Center diharapkan menjadi model sinergi pemerintah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di pasar global.

"UPI memiliki lebih dari 50 ribu mahasiswa. Kami ingin lulusan tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga bersaing di pasar internasional. Migrant Center ini wujud tanggung jawab UPI bagi masa depan mereka," ujarnya.

Selain pelatihan keterampilan, UPI juga akan mengoptimalkan program bahasa asing dan sertifikasi resmi, termasuk tes untuk bahasa Korea, guna mendukung keberangkatan mahasiswa bekerja di luar negeri.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri P2MI: Migrant Center UPI untuk siapkan SDM ke pasar global

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026