Bandung (ANTARA) - Masyarakat Jawa Barat menilai kirab budaya 27 kabupaten/kota di Jabar dengan jalur Gedung Merdeka sampai ke Gedung Sate dalam rangkaian HUT ke-80 Jawa Barat yang mendapat sambutan cukup antusias pada Selasa ini, memiliki makna sangat mendalam.
Salah satunya, Nurlia (38) warga Desa Laksana Mekar Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, yang antusias menyaksikan kirab ini karena memiliki makna mendalam dan sangat positif bagi generasi muda.
"Dengan adanya kirab, saya pribadi bangga karena peringatan HUT Jabar kali ini juga mengedepankan nilai budaya, di tengah budaya yang kita miliki sekarang hampir tergeser oleh budaya kebarat-baratan," kata Nurlia.
Nurlia berharap, tahun mendatang acara serupa bisa kembali digelar dengan peserta kirab yang lebih meriah, yang bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya Jabar pada anak usia dini.
"Saya pun bisa dengan bangga memperkenalkan kebudayaan Jawa Barat kepada anak saya yang masih usia dini. Semoga tahun depan bisa mengadakan kegiatan seperti tahun ini, semakin meriah. Pokoknya, Jabar istimewa," kata Nurlia.
Hal yang serupa dikemukakan Safa (24) warga Tamansari, Kota Bandung, yang menilai kirab budaya dalam peringatan Hari Jadi ke-80 Jabar meriah dan penuh semangat baik dari peserta, dan juga masyarakat.
Ia juga menilai kreativitas yang ditampilkan dalam kostum, dekorasi, dan kerapian barisan benar-benar menambah kesan positif pada acara ini.
"Tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu mempererat kebersamaan antara sekolah, peserta, dan masyarakat sekitar," ucapnya.
Kirab ini diisi oleh karnaval yang menampilkan aspek kebudayaan Jabar dengan menunjukkan keberagaman budaya kerajaan yang pernah berdiri di tanah Pasundan oleh para kepala daerah, dari kerajaan Kacirebonan, Tarumanagara, Galuh Pakuan, Pakuan Pajajaran, hingga Sumedang Larang.
Para kepala daerah dan wakilnya dari seluruh kabupaten/kota di Jabar, Kepala OPD Jabar, perwakilan desa, para seniman sanggar dan komunitas, ikut kirab yang menampilkan keindahan kostum kerajaan, cerita rakyat, atraksi seni tradisional, hingga jampana/dongdang berisi makanan khas Jabar.
Kirab diikuti sekitar 3.000 peserta yang berjalan kaki, mengendarai kuda, dan kereta kencana. Tidak ada kendaraan bermotor.
Penutupan beberapa ruas jalan di tengah Kota Bandung dan sterilisasi parkir di jalur kirab budaya juga dilakukan untuk memperlancar proses kirab budaya ini.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026