"Sampai saat ini kami belum dapat informasi atau laporan aduan terkait daging celeng namun kami mewaspadai akan hal tersebut," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Dody Firman Nugraha, di Gedung Sate Bandung, Jumat.
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, menurut dia, sering melakukan pengawasan ke pasar untuk memantau jalur distribusi daging dari sejumlah daerah.
"Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada daging celeng yang masuk ke wilayah Jawa Barat. Jadi suka ada operasi ke pasar terkait distribusi daging dari beberapa daerah tetap kita lakukan," ujarnya.
Selain itu, Dody juga meminta kepada masyarakat untuk melapor jika menemukan kecurigaan tentang adanya peredaran daging celeng di lingkungan sekitarnya.
"Kalau untuk pedagang jelas diwaspadai. Jadi untuk warga kami imbau apabila ada hal seperti tadi lapor ke kami," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan pihaknya dan Satgas Pangan Jawa Barat akan berusaha mengantisipasi adanya daging celeng dengan melakukan pemeriksaan intensif ke pasar-pasar di sejumlah titik yang ada di Kota Bandung serta pasar di kabupaten/kota lainnya di Provinsi Jawa Barat.
"Berdasarkan pengalaman tahun lalu, kami mendapatkan informasi tentang peredaran daging celeng namun saat sidak ke lapangan karena info sudah menyebar maka pedagang yang dicurigai menjual daging celeng kabur. Jadi kami akan lakukan sidak dan tidak akan diinfokan kapan waktu sidaknya," kata Dody.
Pewarta: Ajat SudrajatEditor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.