Kuningan (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyebut regenerasi petani muda di daerah itu sudah berjalan, dengan jumlah petani berusia 19-39 tahun mencapai 10.674 orang atau 17,56 persen dari total 60.797 petani.

Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Senin, mengatakan komposisi tersebut berarti satu dari enam petani di Kuningan merupakan petani muda.

Menurut dia, kondisi itu menjadi modal penting di tengah tren nasional penurunan jumlah petani muda.

“Regenerasi petani bukan sekadar gagasan, tapi sudah berlangsung,” katanya.

Selain regenerasi usia, pihaknya mencatat sebanyak 54.453 petani atau 89,55 persen di Kuningan telah memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan pertanian.

Ia menuturkan teknologi yang digunakan mencakup aplikasi pertanian, alat berbasis digital, pemasaran hasil panen secara daring, serta sistem irigasi dan pemupukan modern.

“Transformasi ini melibatkan petani lintas generasi,” ujarnya.

Ia menyampaikan perkembangan urban farming atau pertanian di lahan terbatas juga, menjadi bagian dari regenerasi petani di wilayah Kabupaten Kuningan.

Berdasarkan data, kata Wahyu, terdapat 69 rumah tangga dan 69 unit usaha individual di Kuningan yang mengembangkan urban farming.

Ia menuturkan model ini dinilai potensial digarap, olah generasi muda dan ibu rumah tangga karena tidak memerlukan lahan luas.

Pihaknya mendorong pelaksanaan urban farming melalui edukasi, penyediaan bibit hortikultura pekarangan, pelatihan, serta kerja sama kelompok wanita tani.



Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026