Garut (ANTARA) - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) Kabupaten Garut, Jawa Barat bersiap menerapkan sistem pasar hewan ternak secara digital untuk memudahkan masyarakat sebagai pembeli atau peternak, dengan tetap mempertahankan pasar hewan konvensional yang selama ini masih aktif di Garut.
"Kita menggagas digitalisasi itu karena sudah mulai banyak pasar yang berseliweran di market digital, sehingga perlu kita atur atau regulasi supaya lebih rapi dan lebih tertib," kata Kepala Diskannak Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika di Garut, Senin.
Ia menuturkan penerapan pasar digital tersebut merupakan program dari Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Provinsi Jawa Barat, kemudian Diskannak Garut mendukungnya untuk segera merealisasikan pasar hewan digital itu.
Menurut dia, perlunya dukungan pemerintah daerah, karena saat ini pusat perdagangan hewan ternak khususnya domba sudah tingkat nasional dan barometernya ada di Garut, sehingga perlu sistem yang memudahkan perdagangan tersebut.
"Kita sedang mencoba sistemnya dengan HPDK Jawa Barat supaya ke depan ini menjadi pasar alternatif untuk para peternak," katanya.
Ia menyampaikan saat ini mayoritas perdagangan hewan ternak di Garut masih tetap dilakukan secara konvensional atau bentuk fisik yang datang langsung ke pasar hewan. Namun dengan adanya pasar hewan secara digital nanti pasarnya lebih luas.
Menurut dia, pasar digital yang sudah dijalankan sebagian peternak biasanya melalui situs internet.
"Ini daya jangkau pasarnya jadi bisa lebih luas, yang artinya, untuk ternak-ternak domba Garut siapa pun bisa mengakses dari mana-mana. Kalau pasar fisik kan hanya terbatas tertentu, terus harus langsung ke pasar," katanya.
Menurut dia, dengan pasar digital itu akan lebih mudah peternak memasarkan hewan ternaknya ke pasar lebih luas, dan saat ini sudah dilakukan uji coba di beberapa situs internet yang hasilnya banyak orang bertanya dari berbagai daerah.
Upaya saat ini yang dilakukan pemerintah daerah, kata dia, mempersiapkan pelatihan kepada peternak kemudian mendata ternak dengan menggunakan barcode untuk memudahkan pemantauan dan pergerakan ternak.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.