Antarajabar.com - DPRD Cianjur, Jabar, menilai pelayanan RSUD Cianjur terhadap pasien terutama puluhan pasien korban keracunan masal buruk, sehingga DPRD mendesak rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan.

Ketua Komisi IV DPRD Cianjur, Sapturo, kepada wartawan, Selasa, mengatakan, semua pasien yang datang ke rumah sakit milik pemerintah itu, memiliki hak yang sama meskipun status sosialnya berbeda tetap harus dilayani dengan baik.

"Terlebih pasien keracunan massal harus mendapatkan penanganan yang cepat. Bukan dibiarkan dengan berbagai dalih, sampai-sampai kami mendapati ada korban yang darahnya naik ke selang infusan dan mencabut infusannya sendiri karena kesal," katanya.

Dia menjelaskan, kejadian tersebut menambah catatan buruknya pelayanan RSUD Cianjur yang selama ini banyak dikeluhkan warga terutama dari kalangan tidak mampu. Sementara tambah dia, saat ini pemerintah tengah berusaha meningkatkan pelayanan terutama di bidang kesehatan.

"Seharusnya pihak rumah sakit dapat membuktikan meskipun satu-satunya di Cianjur, tapi tetap bisa memberikan pelayanan prima pada warga yang datang. Tidak hanya pelayanan yang dikeluhkan selama ini, tidak layaknya fasilitas yang dimiliki RSUD Cianjur, menjadi keluhan lainnya," kata Sapturo.

Sementara itu, Sekda Cianjur, Oting Zaenal Mutaqin, mengatakan, dia meyakini RSUD Cianjur, telah menangani pasien namun belum maksimal.

"Pasti sudah ditangani, buktinya pasien sudah dipasang infusan, mungkin karena banyak setelah itu belum terpantau, namun saya akan mengimbau agar rumah sakit lebih meningkatkan pelayanan, agar tidak ada lagi cap buruk dari pasien," katanya.

Seperti diberitakan sebanyak 21 warga Kampung Kebonpeuteuy, Desa Kebonpeuteuy, Kecamatan Gebrong, mengalami keracunan massal, diduga warga keracunan setelah menyantap nasi kotak yang didapat usai kegiatan syukuran di salah satu rumah warga.

Selama menjalani perawatan di RSUD Cianjur, puluhan pasien tersebut hanya mendapatkan pelayanan satu kali ketika pertama datang, perawat memasangkan infusan dan hingga keesokan harinya diterlantarkan, akibatnya sejumlah pasien mencabut sendiri selang infusan karena tidak berfungsi dan darah naik kedalam selang.




Pewarta: Ahmad Fikri
: Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026