"Tim yang dihadapi jauh lebih sepadan, kita bisa melakukan evaluasi secara detail, termasuk pula mengetahui karakter dan kekuatan bakal lawan," kata Ricky di Bandung, Kamis.
Ia mencontohkan, pada laga melawan tim Papua Barat yang berakhir dengan kemenangan 70-49, para pemainnya masih menunjukkan permainan yang belum konsisten dan masih terjadi miskomunikasi. Namun demikian ia menyebutkan hal itu masih wajar karena tim masih belum 100 persen.
"Para pemain masih lambat start sehingga kurang meyakinkan, kami akan tekankan agar star baik bagi tim karena itu bisa menjadi pukulan pertama bagi lawan," kata Ricky.
Pihaknya fokus untuk menjaga konsistensi permainan di setiap babak, termasuk memaksimalkan kualitas permainan saat roling pemain dilakukan. Menurut dia, lawan Papua Barat, DKI Jakarta dan ITHB memberikan banyak masukan bagi tim.
Ia mengaku lebih senang timnya berdarah-darah dalam latihan, sehingga bisa menjadi pelajaran berharga untuk pertandingan sesungguhnya pada ajang PON XIX/2016 yang mana Jabar akan bertindak sebagai tuan rumah.
Bahkan pada PON XIX/2016 yang akan digelar 17-29 September 2016 mendatang, Jabar mengemban misi mempertahankan medali emas PON XVIII/2012 yang diraih di Riau. Saat itu tim putra Jawa Barat mengalahkan tim putra Jawa Tengah sehingga Jabar bisa mengembalikan medali emas setelah 16 tahun menunggu.
"Pada PON XIX/2016 Jabar berharap bisa menjadi bagian dari sukses Jabar Kahiji," kata Ricky menambahkan.
Pewarta: Syarif: Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.