Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) usai tercatat 180 kejadian dengan mengingatkan masyarakat agar mewaspadai aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.
Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, terutama saat periode panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
"Saya imbau kepada seluruh warga, tolong waspada dalam kondisi cuaca yang tidak tentu saat ini. Kadang cuaca hujan, kadang juga musim kemarau," ujarnya di Bandung, Jumat.
Ia mengatakan kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak dini, terutama terhadap aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran.
"Kita harus sama-sama waspada, terutama ketika kondisi kemarau. Jangan sampai ada aktivitas yang kemudian memicu kebakaran," katanya.
Dadang juga meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan serta tidak membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar.
"Kami mengimbau jangan bakar sampah dan puntung rokok sembarangan, jangan seenaknya membuang apa yang bisa terkena atau menyebabkan kebakaran dan sebagainya," ujar Dadang.
Menurut dia, kesiapsiagaan menghadapi kebakaran tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam melakukan pencegahan maupun melaporkan kejadian secara cepat.
"Kami tentu berharap masyarakat ikut membantu. Kalau melihat ada titik api atau kejadian kebakaran, segera laporkan supaya bisa cepat ditangani," katanya.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bandung, tercatat 180 kejadian kebakaran semak belukar atau lahan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi berdasarkan objek kebakaran dan menyumbang 38,46 persen dari total 468 kejadian kebakaran yang ditangani selama periode tersebut.
Selain semak belukar dan lahan, kebakaran rumah tinggal menjadi kejadian terbanyak berikutnya dengan 143 kasus, disusul kebakaran lainnya 78 kejadian, gudang 25 kejadian, pabrik 14 kejadian, dan bangunan wisata sembilan kejadian.
Pewarta: Ilham NugrahaEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.