"Fasilitas berupa terminal tentunya sangat dibutuhkan untuk menunjang operasional bus di Jabar selatan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Wahyudijaya kepada wartawan, Rabu.
Ia menyebutkan daerah yang layak dibangun terminal yakni daerah Cisewu, Mekarmukti dan Pameungpeuk.
Terminal yang sedang diusulkan untuk pembangunannya, kata dia, daerah Cisewu dengan besaran anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp4 miliar.
"Anggaran yang dibutuhkan untuk di Cisewu sekitar Rp4 miliar, idealnya untuk Tipe C dengan konsep modern," katanya.
Sementara dua terminal lainnya seperti Pameungpeuk dan Mekarmukti masih dalam pembahasan Pemerintah Kabupaten Garut.
"Kalau untuk terminal di Mekarmukti belum ada gambaran, tapi kalau di Cisewu sudah dibahas dalam musrenbang kecamatan," katanya.
Ia menuturkan keberadaan terminal itu akan menjadikan titik kumpul dan memudahkan masyarakat maupun bus dalam menurunkan dan menaikkan penumpang.
Selain itu, menurut Wahyudijaya, sebagai konektivitas angkutan umum lainnya dari berbagai kecamatan untuk menuju lintas Jabar Selatan.
"Jadi nanti terminal itu menghubungkan dengan jalur-jalur lainnya dan bisa juga nanti ada jalur rintisan baru," katanya.
Ia menambahkan Provinsi Jabar bekerja sama dengan Perusahaan Umum Damri mengoperasikan dua bus Damri berkapasitas 55 tempat duduk jurusan Pangandaran-Cianjur.
Bus tersebut melintasi tujuh kecamatan di Garut yang sudah beroperasi sejak Februari 2016.
Pewarta: Feri Purnama: Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.