Antarajabar.com - Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jawa barat menyatakan kenaikan elevasi Waduk Jatigede mencapai 10 cm per hari dan pada hari Minggu (14/2) ketinggian air di waduk tersebut telah mencapai 239,3 meter dari total ketinggian maksimal 260 meter.

"Saat ini tinggal 21 meter lagi (air yang akan dilepas) namun air kita lepas pada siang hari. Pelepasan air salah satunya dilakukan agar warga di sekitar genangan bisa punya waktu untuk evakuasi," kata Kepala Dinas PSDA Jawa Barat Eddy Nasution, di Bandung, Rabu.

Menurut dia, saat ini terdapat sejumlah warga yang sudah mendapat ganti rugi, namun masih tetap berada di lokasi dan kejadian terputusnya jalan Sumedang-Wado akibat luapan air Waduk Jatigede membuat banyak warga ilegal langsung pindah.

"Untuk saat ini sih sudah enggak ada warga di sekitar, barangkali takut karena ada genangan," katanya.

Ia mengatakan tidak ada istilah air waduk Jatigede penuh lebih cepat sehingga membuat Ruas Jalan Sumedang-Wado terputus karena sesuai perencanaan, jalan tersebut memang akan tenggelam.

"Yang ada ialah malah masalah timbul karena Jalan Lingkar Jatigede belum selesai dibangun oleh Kementerian PU Pera. Ini karena ada sejumlah lahan yang belum dibebaskan.

Dikatakan dia selain belum dibebaskan saat ini juga ada rumah-rumah hantu di lokasi tersebut dan sistem pelepasan air waduk sudah dibuat dengan terpadu dengan memanfaatkan fungsi Bendung Rentang.

"Jadi air yang dilepas dari waduk juga akan diatur oleh Bendung tersebut. Kami tidak bisa melepas dalam jumlah banyak karena air dari waduk akan langsung menuju sistem irigasi bagi kawasan pertanian di wilayah Timur Jabar. Curah hujan di hilir masih tinggi sehingga tidak bisa dibuka terlalu banyak," katanya. 





Pewarta: ajats
Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026