Sumedang (ANTARA) - Kawasan Rebana (Cirebon–Patimban–Kertajati) di Jawa Barat membidik penguatan ekonomi digital di wilayah tersebut melalui pengembangan pusat data berbasis energi hijau untuk menarik investasi digital sekaligus memperkuat infrastruktur data nasional.

Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana Helmy Yahya di Sumedang, Jabar, Rabu, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi digital pada dasarnya bertumpu pada kebutuhan infrastruktur pusat data yang kuat dan berkelanjutan.

“Sekarang bisnis ke depan yang harus dikejar Indonesia itu ekonomi digital. Ekonomi digital itu memerlukan server, memerlukan data center, memerlukan renewable energy dan kami ingin bikin data center karena di kita itu masih kurang untuk ketahanan digital,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan pusat data tersebut menjadi alasan utama agar Kawasan Rebana diarahkan untuk menjadi lokasi pengembangan infrastruktur digital, khususnya pusat data yang berbasis energi terbarukan.

Terlebih Kawasan Rebana dicanangkan untuk menjadi kawasan strategis pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat sehingga dinilai penting untuk menjadi lokasi pengembangan industri dan infrastruktur besar, termasuk fasilitas pendukung pusat data.

Pada kesempatan tersebut, Helmy menjelaskan bahwa peluang ekonomi digital global yang sangat besar pada dasarnya hanya dapat dimanfaatkan jika Indonesia memiliki kapasitas pusat data yang memadai sebagai tulang punggung ekosistem digital.

Size-nya ekonomi digital dunia aja itu bisa berapa tahun sekarang itu 30 triliun dolar. Kalau Indonesia bisa merebut satu persen aja, artinya sekitar tiga miliar dolar, itu ekonomi kita akan bertumbuh,” ujarnya.

Namun ia menegaskan bahwa untuk menangkap peluang tersebut, investasi harus diarahkan pada pembangunan pusat data yang mampu mendukung pertumbuhan layanan digital dan kebutuhan komputasi skala besar.

Ia juga menyebutkan bahwa pusat data Kawasan Rebana tersebut sudah siap ditopang oleh ketersediaan lahan industri seluas 43.913 hektare yang memungkinkan pembangunan infrastruktur digital berskala besar secara terintegrasi.

Selain itu, ketersediaan air dari Bendungan Jatigede dan Bendungan Cipanas menjadi faktor penting dalam mendukung sistem pendinginan pusat data yang membutuhkan suplai stabil dan efisien.

Berdasarkan data resmi Kementerian Pekerjaan Umum, Waduk Jatigede memiliki kapasitas tampungan sekitar 980,5 juta meter kubik, sedangkan Bendungan Cipanas di Kabupaten Sumedang memiliki kapasitas sekitar 250,81 juta meter kubik.

Dengan seluruh fondasi tersebut, Kawasan Rebana diposisikan sebagai calon pusat pengembangan pusat data hijau yang menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia di masa depan.



Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026