Antarajabar.com - Pesenam andalan Jabar Bebby Pelani Prativy memasang target mempertahankan medali emas nomor meja lompat cabang senam pada PON XIX/2016 Jabar.

"Berharap bisa mempertahankan medali emas meja lompat. Saya fokus di nomor itu, meski demikian saya juga siap di beregu senam alat," kata Bebby Pelani di Bandung, Senin.

Bebby merupakan atlet penyumbang medali emas bagi tim senam Jabar pada PON XVIII/2016 sekaligus mengakhiri paceklik emas bagi tim senam Jabar yang gagal mendulang emas pada PON-PON sebelumnya.

Pesenam berusia 25 tahun itu mengatakan berharap bisa tampil maksimal saat tampil di "rumah" sendiri saat Jabar menjadi tuan rumah PON XIX/2016.

"Tentunya saya inginkan emas pada saat PON di Jawa Barat nanti yang merupakan PON keempat bagi saya. Mudah-mudahan saja persiapan yang kami lakukan berjalan dengan baik," kata Bebby.

Di bawah arahan pelatih asal Korea Selatan, Seo Jongchul dan pelatih lokal Dadan Sungkata Bebby Pelani dan sejumlah pesenam Jabar lainnya digenjot di Sarana Latihan Senam Pengda Persani Jabar di Jalan Tera Kota Bandung.

Saat sejumlah atlet senam Jabar berlatih di Korea Selatan, Bebby terpaksa tidak turut serta karena tengah menyelesaikan studinya. Namun ia tetap berlatih di bawah arahan pelatihnya di Bandung.

"Ya saya tidak ikut ke Korea, tapi kita selalu sharing dalam latihan. Yang jelas saat ini saya fokus dan berlatih ketas," kata pesenam termuda pada PON XVI/2004 di Palembang itu.

Terkait bakal lawan yang akan dihadapinya pada PON XIX/2016, ia mengaku bakal berhadapan dengan para atlet yunior atau berada di bawah angkatannya.

"Sebagian besar lawan nanti atlet muda, sedangkan atlet senior sudah pada berhenti. Meski demikian saya bukan atlet tertua lho," katanya.

Salah seorang pesaing terberatnya pada nomor meja lompat menurut Bebby, adalah atlet Kaltim, Novi. Atlet itu masih akan berlaga di Bandung pada PON XIX/2016.

"Novi menjadi lawan berat, ia turun untuk Kaltim. Para atlet yunior juga sangat kompetitif, dan saya harus itu saya harus fokus," kata Bebby Pelany menambahkan.
     




Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026