"Memang program PNM termasuk sangat bagus, nanti Dirutnya bisa cerita, yang Mekar ini, yang program keluarga ini, karena mereka bersama-sama komitmen," kata Menteri BUMN saat kunjungannya ke rumah Mekar PNM di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis.
Ia menuturkan program tersebut untuk membina ekonomi keluarga setempat agar dapat mengembangkan usahanya melalui pembinaan PNM.
Menurut dia anggota dalam program itu akan saling menjaga, memperbaiki serta saling mendukung untuk mengembangkan usaha.
"Mereka saling menjaga, kalau ada kurang memperbaiki semua saling mendukung," tuturnya.
Kedatangan Menteri BUMN tersebut disambut kaum perempuan yang tergabung dalam program Mekar di Kecamatan Cikalong Wetan.
Menteri menyampaikan harapan kepada keluarga Mekar tersebut untuk terus berupaya mengembangkan usahanya dengan baik.
Direktur Utama PT PNM (Persero) Parman Nataatmadja menyatakan sebagai BUMN berkomitmen untuk berkontribusi pada pengembangan pelaku usaha mikro kecil (UMK) di Indonesia.
"Kami berkomitmen untuk berkontribusi penuh pada pengembangan pelaku UMK dalam negeri dan membuat mereka dapat berkembang terus sehingga bisa membuka lapangan kerja bagi lingkungannya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," ujar Parman.
Ia berharap program pengembangan kapasitas usaha yang digerakan PNM dapat melahirkan pengusaha-pengusaha lokal yang siap bersaing.
"Program pengembangan kapasitas usaha yang kami miliki ini diharapkan akan melahirkan pengusaha-pengusaha lokal yang matang melalui pembekalan serta pendampingan usaha, dan motivasi," katanya.
Executive Vice President PT PNM (Persero) Arief Mulyadi menambahkan PNM telah membentuk 40 Mekar tersebar di Jakarta, Bandung dan Surabaya.
"Mekar ini salah satu program PNM dalam membina masyarakat untuk mengembangkan usaha," imbuh Arief di sela-sela mendampingi kunjungan Menteri BUMN.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.