Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan China sepakat untuk terus mendorong peningkatan volume perdagangan bilateral yang saat ini mencapai 167 miliar dolar AS dalam Dialog Strategis Komprehensif (CSD) pertama antara kedua negara.

“Karena angka tersebut tidak mencakup semua potensial yang dimiliki oleh kedua negara dan untuk itu kami juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dalam rangka meningkatkan jumlah dan angka perdagangan tersebut,” kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Jakarta, Jumat.

Hal itu disampaikan Sugiono dalam pernyataan bersama Dialog Strategis Komprehensif (CSD) Indonesia-China pertama di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Sugiono juga mengatakan bahwa kedua pihak menyambut baik pembahasan Rencana Aksi 2027-2031 dan sepakat untuk merevitalisasi mekanisme strategis di bidang, perdagangan energi, mineral, maritim, serta menjajaki mekanisme baru di bidang karantina dan kecerdasan buatan.

“Kami juga akan terus mempererat kerja sama di bidang ketahanan pangan, energi dan mineral melalui pengembangan industri yang mendukung ketahanan nasional,” katanya.

Sugiono turut mengapresiasi komitmen China dalam investasi, termasuk penilaian sempurna dari lembaga pemeringkat China terhadap iklim investasi Indonesia, yang dinilai mencerminkan kepercayaan besar terhadap perekonomian dan kebijakan pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Kedua negara juga menyepakati kelanjutan pembiayaan proyek Belt and Road, termasuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung, beserta alternatif peningkatan volume penumpang, serta penguatan kerja sama sektor keuangan dan transaksi mata uang lokal.

“Ke depan, kerja sama akan mencakup hal-hal di bidang teknologi mutakhir dan artificial intelligence, termasuk pengembangan satelit komunikasi bersama dan beberapa hal lain di bidang teknologi mutakhir tersebut,” ujar Sugiono.

Terkait sektor maritim, kedua pihak sepakat memperkuat kolaborasi dalam keselamatan navigasi, riset ilmu kelautan, keamanan maritim, dan pengembangan kapasitas, sementara kerja sama people-to-people diperluas melalui peningkatan beasiswa bagi pelajar Indonesia di bidang STEM.

Selain itu, Indonesia menegaskan dukungan terhadap kepemimpinan China di APEC 2026 serta kesuksesan penyelenggaraan APEC di Shenzhen akhir tahun ini, sejalan dengan komitmen bersama untuk membangun kemitraan ASEAN-China berbasis sentralitas ASEAN.

Dialog Strategis Komprehensif (CSD) Indonesia-China merupakan mekanisme bilateral baru di tingkat menteri luar negeri yang dibentuk saat kunjungan Menlu RI Sugiono ke Beijing pada April 2025.

Setelah pelaksanaan CSD, Kemlu RI juga menjadi tuan rumah Pertemuan ke-2 Mekanisme Dialog 2+2 antara Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan RI dan China.

Pertemuan 2+2 itu akan berfokus pada pembahasan penguatan kerja sama di bidang politik, pertahanan, dan keamanan baik pada tataran bilateral, regional, dan global.

Dua agenda tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia dan China untuk memperkuat hubungan kemitraan strategis komprehensif antara kedua negara.

 

 

 

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RI-China dorong perdagangan bilateral lampaui 167 miliar dolar AS

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026