Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan peluncuran motor listrik nasional (molinas) dan ekosistem pendukungnya sebagai salah satu contoh penerapan konsep "Indonesia Incorporated" melalui kolaborasi perusahaan swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Konsep "Indonesia Incorporated" yang dimaksud Prabowo merujuk pada semangat menyatukan berbagai kekuatan di dalam negeri untuk bekerja bersama membangun ekonomi dan kemampuan nasional, dengan melibatkan kelompok yang kuat hingga yang lemah.
“"Hari ini adalah menurut pendapat saya salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated," kata Prabowo saat memberikan sambutan pada acara peluncuran motor listrik nasional dan ekosistem pendukung di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis.
Prabowo menyampaikan apresiasi kepada berbagai unsur yang terlibat dalam pengembangan motor listrik nasional, mulai dari perusahaan swasta, BUMN, pengusaha, wiraswasta hingga dunia akademis.
Menurut Presiden, kolaborasi tersebut menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai unsur dalam membangun kekuatan ekonomi dan teknologi nasional.
"Di sini saya ingin ucapkan terima kasih saya, penghargaan saya kepada semua unsur dari perusahaan-perusahaan swasta, para entrepreneur, para wiraswasta, dari BUMN-BUMN, dari dunia akademis yang menghasilkan para pakar yang merupakan inti daripada research and development dari Litbang," ujar Presiden.
Prabowo menambahkan keberhasilan suatu bangsa pada era modern ditentukan antara lain oleh kemampuan dalam menguasai sains dan teknologi serta memanfaatkan teknologi untuk mendukung kehidupan bangsa.
Kepala Negara mengatakan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi penting untuk membangun kemampuan nasional dalam menguasai teknologi sekaligus mengembangkan industri dalam negeri.
"Hari ini saya mengajak kalian Indonesia Incorporated. Kita harus jadi satu. Yang kuat, yang menengah, yang agak menengah, dan yang lemah harus bersatu," ucapnya.
Pada kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi kepada sejumlah pengusaha yang hadir dalam acara tersebut, yakni Anindya Novyan Bakrie, James Tjahaja Riady, Wishnu Wardhana, dan Hapsoro Sukmonohadi, yang disebutnya sebagai "pejuang-pejuang ekonomi".
Pewarta: Fathur RochmanEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.