Antarajabar.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat menilai dua BUMD yakn PD Jasa dan Kepariwisataan (PD Jawi) dan PT Agronesia masih rendah jika dibandingkan dengan 13 BUMD lainnya di Provinsi Jawa Barat.
        
"Kami telah melakukan evaluasi seluruh BUMD dengan menekankan pada perbaikan tata kelola perusahaan agar kinerja ke depan makin baik," kata Iwa Karniwa di Bandung, Kamis.
         
Ia menjelaskan peningkatkan nilai dan kinerja, salah perusahaan satu indikatornya terlihat dari peningkatan laba.
         
Menurut dia, saat ini kontribusi BUMD pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Barat baru sekitar Rp282 miliar.
        
"Dan BUMD yang paling besar menyumbang PAD itu masih bank bjb yang lainnya masih penyehatan, seperti PD Jawi dan Agronesia," katanya.
        
Pihaknya akan mendorong agar dua BUMD yang kinerjanya rendah segera melakukan optimalisasi agar bisa turut menyumbang PAD.
         
Ia menyontohkan PD Jawi akan diupayakan untuk mengoptimalisasi pengembangan lahan dan hotel yang dimiliki.
        
"Kemudian PT Agronesia yang statusnya sekarang dalam stabilisasi, mudah-mudahan tidak terlalu lama, saat ini untung tidak rugi juga tidak, saya minta komisaris dan direksi berupaya maksimal supaya jadi growth/pertumbuhan," ujar dia.
        
Selain itu, pihaknya meminta agar BUMD tersebut mampu membangun sinergitas di internal perusahaan, antara komisaris dan direksi serta direksi dan karyawan.
        
"Kalau hal tersebut sudah dibangun smaka inergitas antar BUMD dan Pemprov dan mitra strategis. Ini supaya kuat dan solid. Kita tekankan hal tersebut," kata dia.
       
Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemprov Jawa Barat Jerry Yanuar mengatakan evaluasi BUMD secara teknis dilakukan setiap RUPS (rapat umum pemegang saham).
         
Ia menuturkan sesuai arahan Sekda Jawa Barat maka ke depan 13 BUMD yang ada diminta mampu menangkap peluang dari seluruh pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot Pemprov Jabar seperti tol, pengelolaan sampah hingga waduk dan bandara.
        
"Jadi semua BUMD harus bisa menangkap peluang bisnis. Kalau bicara peluang bisnis maka secara kelembagaan harus kuat," ujarnya.


Pewarta: Ajats
: Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026