Aksi damai itu dikawal ketat ratusan aparat keamanan dan Sat Pol PP Cianjur. Sejumlah perwakilan buruh sempat melakukan orasi secara bergantian, dimana mereka berharap wakil rakyat dapat menjembatani keinginan mereka tersebut, dikabulkan pemerintah dan pengusaha untuk mendapatkan upah yang layak seperti buruh di wilayah lain.
"Kami berharap wakil rakyat dapat menjembati keinginan kami tersebut karena hidup layak merupakan hak semua warga termasuk kami kaum buruh. Setiap tahunnya UMR naik sesuai dengan survei kebutuhan hidup layak (KHL) yang setiap tahunnya naik," kata Ketua FSP TSK SPSI Cianjur, Hendra Malik.
Setiap tahun ungkap dia, buruh turun ke jalan untuk memperjuangkan upah setiap satu tahun ke depan untuk memenuhi kehidupan buruh dan keluarganya. Selama ini tutur dia, buruh terkadang benyak mendapat perlakuan yang tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan banyak pengusaha yang membuat peraturan sepihak, sehigga membuat buruh tertindas.
"Bahkan masih terjadi hak normatif buruh di Cianjur, yang belum dilaksanakan pengusaha secara utuh dan konsekwen. Terbukti dengan masih banyaknya persoalan ketenagakerjaan di wilayah ini, muncul kepermukaan karena dorongan kuat buruh," katanya.
Pihaknya berharap wakil DPRD Cianjur, dapat memperjuangkan keinginan para buruh untuk mendapatkan kenaikan UMR yang sejak beberapa tahun terakhir tidak pernah lagi dinaikan, sementara kebutuhan sehari-hari terus meningkat.
Selang beberapa jam melakukan orasi di depan Kantor DPRD Cianjur, sepuluh orang perwakilan buruh diterima Ketua Komisi IV DPRD Cianjur dan Kepala Dinsosnakertrans Cianjur serta Ketua Apindo. Dalam pertemuan tersebut, belum tercapai kesepakatan karena perwakilan buruh menuntut kenaikan UMR dari Rp1,650 ribu menjadi Rp2,7 juta.
Sementara itu, Ketua Komisi IV Sapturo dan Sumitra Kepala Dinsosnakertrans, belum bisa menjanjikan kenaikan UMR tersebut karena berbagai alasan salah satunya harus dirapatkan bersama antara buruh, Apindo dan Badan Pengupahan Kabupaten. Selain itu, ungkap Sumitra, pihaknya akan menyampaikan keinginan buruh tersebut ke Jawa Barat.
"Kami akan sampaikan terlebih dahulu keinginan buruh tersebut ke Jabar, appakah nanti akan dikabulkan atau tidak, tentunya perlu pembahasan bersama. Tapi kami janji akan memberikan jawaban secepatnya," kata Sumitra.
Usai mendapatkan penjelasan tersebut, perwakilan buruh membubarkan diri, bahkan mereka berjanji akan kembali turun ke jalan guna menangih janji tersebut. Menjelang sore ribuan buruh membubarkan diri dibawah pengawalan ketat aparat keamanan.
Pewarta: Ahmad Fikri: Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.