"KAI Serba 70 merupakan sebuah promo tiket perjalanan kereta yang harganya serba Rp70 ribu. Promo tersebut berlangsung sejak 7 hingga 28 September 2015," kata Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) II Bandung Zunerfin di Bandung, Rabu.
Ia mengatakan program tiket ini selain untuk memperingati usia PT KAI yang ke-70, program ini juga dimaksudkan sebagai bentuk apresiasi PT KAI kepada masyarakat khususnya pelanggan kereta api. Menurutnya, kereta api di Daop II Bandung menjadi salah satu alat transportasi yang cukup diminati oleh warga Bandung meskipun masih banyak alat transportasi lain.
"Tidak hanya kereta jarak dekat, kereta-kereta yang memiliki jarak tempuh jauh pun banyak digunakan warga Bandung, maka dari itu kami apresiasi dengan adanya program KAI Serba 70 ini," kata Zunerfin.
Ia mengatakan, bagi warga yang ingin mendapatkan program promo tersebut bisa langsung membeli tiket di loket pembelian stasiun atapun dengan memesan tiket secara online. Tiket dengan harga Rp70 ribu itu diperuntukan untuk kereta eksekutif, bisnis dan ekonomi.
Menurutnya, program promo tiket kereta "KAI Serba 70" itu hanya berlaku untuk 70 ribu seat di sejumlah tujuan di pulau Jawa dan Sumatra. Untuk di Daop 2 misalnya, ada 18 rangkaian kereta api yang masuk ke dalam program promo ini, yaitu dua rangkaian Argo-Parahyangab, satu rangkaian KA Turangga, satu rangkaian Argo Wilis, dua rangkaian KA Lodaya, dua rangkaian KA Ciremai, satu rangkaian KA Harina, satu rangkain KA Malabar dan satu rangkaian KA Mutiara Selatan.
"Jadi tidak semua seat dari semua rangkaian kereta api masuk ke dalam program promo ini. Khusus Daop II hanya disediakan sekitar 360 kursi saja setiap harinya," katanya.
Zunerfin berharap warga Bandung, khususnya pelanggan kereta bisa memanfaatkan program promo "KAI Serba 70" tersebut. Ia pun berharap dengan adanya program tersebut jumlah pelanggan kereta di Daop II Bandung bisa meningkat.
Pewarta: Syarif: Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.