"Seperti tahun sebelumnya, Insya Allah akan ada "tarling" atau tarawih keliling. Shalat tarawih pertama Bulan Ramadhan ini, Insya Allah akan dilakukan di Masjid Pusdai," kata Aher, di Bandung, Selasa.
Bulan Suci Ramadhan, kata Aher, selalui dimaknai oleh dirinya dengan tiga hal positif yakni pertama ibadah kepada Allah SWT, kepedulian terhadap sesama dan kesehatan.
"Dengan beribadah kepada Allah maka akan ada situasi kejiwaan kita dengan allah dan dampak moralnya seseorang makin dilihat oleh Allah. Sehingga moral orang yang berpuasa akan semakin bagus" kata dia.
Ia menyakini orang yang berpuasa memiliki moral yang bagus sehingga tidak melakukan sesuatu hal menyimpang.
"Jika moralnya bagus, kita akan merasa dilihat oleh Allah dalam kesehariannya, merasa dekat dengan Allah. Mungkin ini yang disebut revolusi mental," kata dia.
Puasa di Bulan Suci Ramadhan, kata dia, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya mereka yang kurang mampu atau kaum fakir miskin.
"Saya berharap ada bentuk kebersamaan masyarakat dengan orang tidak mampu. Salah satu caranya adalah saling berbagi harta antar sesama manusia. Mari tingkatkan sedekah di Bulan Ramadhan ini," kata dia.
Ia mengingatkan agar masyarakat anggap bulan puasa ini tidak berbeda dengan hari biasannya seperti tidak ada perubahan konsumsi.
"Saya pikir jangan ada perubahan di ramadan, tidak ada perubahan konsumsi. Jadi pola konsumsi jangan dirubah. Kalau mau dirubah silahkan rubah pola sedekahnya, untuk memperhatikan fakir miskin," kata dia.
Oleh karena itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memborong bahan pokok jelang bulan puasa ini dan pola belanja sebaiknya dilakukan sama seperti hari biasa.
"Saat ini masyarakat belanja sebelum 'munggahan' (sehari sebelum puasa) itu banyak banget. Akhirnya harga semakin melonjak. Yang rugi siapa. Konsumen sendiri. Kalau biasa menghadapi Ramadhan enggak ada masalah apa-apa" paparnya.
Ia menambahkan, makan ketiga dari puasa di Bulan Suci Ramadhan adalah kesehatan karena ada semacam keajiban luar biasa ketika perut kosong dalam posisi menyerahkan diri kepada Allah akan menciptakan tenaga yang kuat pada titik tertentu.
"Buktinya banyak peristiwa-peristiwa besar pada bulan puasa padahal sedang lemas. Itulah dampak kesehatan puasanya," kata dia.
ajats
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.