"Saya menyerah setelah tanaman kami yang berusia sebulan langsung mati, kini sawah kami biarkan tidak ditanami. Musim ini akhirnya kami harus menyerah," kata Dullah, petani di Desa Ciparigi Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis, Selasa.
Ia menyebutkan, sudah tiga hingga lima musim tidak bisa panen normal karena terkena wereng. Sejauh ini belum ada penanganan yang efektif menangani wereng di daerah itu.
Bahkan para petani yang sebelumnya tidak pernah membeli Raskin, kini mereka menerima bantuan itu karena mereka tidak panen.
"Bayangkan stok padi dan beras kami habis, ya harus beli. Musim ini kami dipastikan tidak akan panen, habis modal," kata Dullah yang pensiunan kepala sekolah itu.
I
Hal sama juga diungkapkan oleh petani lainnya, Suhanda dan Daswi yang mengaku ia tidak bisa berbuat banyak dengan tanaman padinya yang rusak oleh wereng.
Upaya yang dilakukan dengan mengikuti petunjuk dari penyuluh lapangan pertanian tidak membuahkan hasil.
"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk meneliti serangan hama di pesawahan kami, jangan sampai meluas ke daerah lainnya," kata Dullah.
Ia menyebutkan, memiliki sedikitnya lima blok sawah, dan saat ini tidak ada satupun yang ditanami padi setelah padi berusia sebulan mati setelah disiangi.
"Bila begini terus bagaimana nasib kami, harus beli beras dengan harga mahal. Mudah-mudahan sih ada pasokan beras dari pemerintah untuk membantu petani," kata Suhanda.
Akibat sawah tidak ada hasil, petugas irigasi atau ulu-ulu juga enggan menyiangi irigasi yang saat ini dikeringkan karena tidak ada petani yang menanam padi. Ratusan hektare pesawahan di areal irigasi Danasari Sukadana tidak ditanami padi.
"Ulu-ulu juga tidak mau menyiangi irigasi karena tidak ada upah menyusul gagal panen, terpaksa warga kerja bakti menyiangi irigasi yang saat ini dikeringkan," kata Ny Apriatin, petani lainnya.
Sementara itu petani lainnya, Suhanda mengaku aneh dengan serangan hama kali ini karena tidak bisa diatasi dengan pestisida yang terbaik sekalipun.
"Kami sudah melakukan pemupukan dengan baik, juga menyemprot dengan pestisida terbaik, tapi tetap saja padi mati," kata Suhanda.
Para petani berharap kasus itu segera ditangani agar mereka bisa segera menanam padi dan bebas dari hama.
"Kejadian seperti ini sama bahkan lebih parah dibanding serangan hama wereng coktat tahun 1980-an. Bila ada varietas padi yang tahan kami berharap segera mendapatkan benih padi itu," kata pria yang akrab disapa Ondo itu.
Para petani mengharapkan petugas pertanian dari Kabupaten Ciamis maupun Provinsi Jabar untuk turun tangan menangani masalah itu, karena tidak menutup kemungkinan menyebar ke kecamatan lain.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.