Antarajawabarat.com, 3/2 - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Jabar, mewaspadai ancaman wabah demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk pada musim penghujan.

"Pada musim hujan potensi ancaman DBD sangat tinggi, kami minta masyarakat untuk waspada," kata Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat dr Pupu Sari Rohayati kepada wartawan, Senin.

Ia menuturkan, masyarakat Kabupaten Bandung Barat di 16 kecamatan harus meningkatkan kewaspadaannya terhadap wabah penyakit DBD dengan tidak membiarkan adanya genangan air dan selalu menerapkan pola hidup sehat.

Waspada tersebut, lanjut dia, merupakan langkah antisipasi sejak dini untuk menangkal DBD di Bandung Barat yang kasusnya cukup tinggi bahkan ada yang sampai meninggal dunia.

"Pada 2013 ada dua orang warga yang positif terjangkit DBD meninggal dunia," katanya.

Waspada wabah DBD itu, kata Pupu sudah diintruksikan beberapa bulan lalu ke tiap kecamatan, UPTD Kesehatan, Puskesmas dan Rumah Sakit di Bandung Barat.

Surat imbauan tersebut, lanjut dia, agar melakukan langkah antisipasi atau pencegahan dini kemudian menyosialisasikannya kepada masyarakat tentang pola hidup sehat dan memberantas tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Juga melakukan sosialisasi dan penyuluhan mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta cara memerangi penyakit DBD yaitu menutup, menguras, mengubur dan memantau," katanya.

Ia menyebutkan kasus DBD di Bandung Barat cukup tinggi namun mengalami penurunan dalam jangka waktu tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data tahun 2013 tercatat 1.441 kasus DBD tersebar di 16 kecamatan, jumlah terbanyak kasusnya di wilayah perkotaan Bandung Barat yakni Kecamatan Ngamprah.

Angka tersebut kemudian menurun di tahun 2014, tercatat ada 890 kasus DBD, namun korban meninggal meningkat menjadi lima orang.

feri p


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026