Antarajawabarat.com, 24/1 - Orang tua seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Cianjur, Jabar, di Arab Saudi berharap anaknya mendapat bantuan agar dapat pulang ke kampung halamnya, setelah 12 tahun hilang kontak dengan keluarga.

Aceng Supendi (59) aya kandung Ela Nurlaela TKI tersebut, Jumat, mengatakan, pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke dinas dan instansi terkait seperti Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Cianjur, Cianjur, KBRI Indonesia di Riyadh dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia dan Kemenlu di Jakarta.

Hingga saat ini, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Ela masih tertahan di rumah toko milik majikannya di Janadriyah, Riyadh-Saudi Arabia, tanpa digaji selama 12 tahun.

"Sebelumnya anak saya berangkat melalui salah satu jasa TKI yang beralamat di Kecamatan Tanggeung, Cianjur selatan. Selang dua tahun anak saya berangkat perusahaan tersebut gulung tikar dan kami kehilangan kontak dengan Ela," katanya.

Dia menuturkan, selama 12 tahun dia mencari keberadaan anak sulungnya itu, hingga akhirnya seorang kenalannya membantu Aceng dengan menanyakan keberadaan Ela ke KBRI di Riyadh. Dari KBRI Riyadh, pihak keluarga akhirnya menemukan keberadaan Ela.

"Bahkan kami bisa menelepon Ela meskipun secara sembunyi-sembunyi dari majikannya, anak saya minta dipulangkan karena selama 12 tahun bekerja pada Sayid Aidh Alutaibi, dia tidak pernah mendapatkan haknya. Saya berharap anak saya bisa berkumpul lagi bersama kami," katanya.

Pihak keluarga, dinas dan instansi terkait yang telah dihubungi dapat membantu Ela untuk pulang kembali ke Cianjur. Pihak keluarga tidak dapat berbuat banyak karena faktor ekonomi yang sulit, saat ini hanya bisa berharap dan berdoa.

"Saya ini orang tidak mampu. Tidak punya uang. Beruntung masih ada yang mau menolong dan membantu mencari anak saya. Setelah diketahui keberadaanya kami belum bisa memulangkannya," kata Aceng.

Dia menambahkan, komunikasi dengan anaknya itu tidak bisa dilakukan terang-terangan karena majikan Ela cukup ketat memberikan pengawasan. "Katanya majikannya baik, selalu memberikan makan dan tempat tinggal layak, namun tidak pernah memberikan gaji," katanya.

Harapan Aceng saat ini, hanya bantuan dari pemerintah agar dapat membantu memulangkan anaknya kembali ke Cianjur, agar dapat berkumpul kembali bersama keluarga.***4***(KR,FKR)

Fikri


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026