"Peserta Oktan ada 516 peserta dari sejumlah kota di Indonesia, sebanyak 40 lolos ke senifikan, dan Sabtu (24/1) akan menetapkan 20 tim yang akan lolos ke babak final," kata Ketua Pelaksana Olimpiade Kimia Tingkat Nasional (OKTAN), Fadli Afrianto di Bandung, Selasa.
Olimpiade Kimia Tingkat Nasional itu dihelar Himpunan Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). PAda babak final, selain akan menyeleksi peserta juga akan digelar juga seminar dan pelatihan guru kimia.
"Pelatihan guru-guru SMA tentang bagaimana cara mengajar khususnya bidang kimia yang selama ini diajarkan kurang tepat, juga ada pameran karya penelitian dari mahasiswa kimia" kata Fadli.
Menurut Fadil, antusiasme siswa mengikuti olimpiade Kimia cukup tinggi yang mana hampir semua kota besar mengirimkan utusannya.
Bahkan Kota Bandung mengirimkan 12 tim. Sedangkan kota-kota lainnya mengirimkan maksimal dua tim. Ia menyebutkan olimpiade kimia itu untuk memotivasi siswa SMA terutama di bidang kimia.
"Saat melontarkan kata-kata kimia pada siswa pasti dianggap susah, bahan bom atau pewarna makanan berbahaya. Melalui ajang ini kami ingin meluruskan pemahaman yang kurang tepat itu," katanya.
Fadli menyebutkan sebanyak 20 kota yang mengikuti seleksi olimpiade itu antara lain Bandung, Bogor, Tasik, Cimahi, Bekasi, Jakarta Timur, Jakarta Uatara, Jakarta Pusat, Serang, Lampung, Padang, Samarinda, Bali, Solo, Tanggerang, Padang, Jogja, Banyuwangi, Surabaya, dan Malang.
OKTAN digelar oleh Himpunan Kimia ITB bekerjasama dengan perguruan tinggi lainnya seperti seperti Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Lampung dan lainnya.***4***
Indra
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.