Antarajawabarat.com, 28/10 - Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jabar mencatat sekitar dua juta-an rumah atau kepala keluarga tersebar di beberapa daerah di Jabar belum teraliri listrik.

"Tahun lalu jumlah kepala keluarga yang rumahnya belum teraliri listrik sebanyak 2,5 juta," kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar Sumarwan kepada wartawan di Bandung, Senin.

Ia menuturkan, sampai saat ini rasio elektrifikasi di Jabar mencapai 81 persen, angka itu meningkat dibanding tahun sebelumnya hanya 80 persen.

Pihaknya, lanjut dia, terus berupaya agar seluruh daerah di Jabar tahun 2018 dapat menikmati aliran listrik.

"Target rasio elektrifikasi bisa diselesaikan sebelum habisnya masa jabatan Gubernur Ahmad Heryawan tahun 2018," katanya.

Ia mengungkapkan, upaya yang sedang ditempuh mewujudkan target program listrik itu dengan mengoptimalkan kerja sama PLN.

Selain itu, lanjut dia, mengoptimalkan anggaran provinsi dan bantuan pemerintah pusat tentang membuka 52 ribu satuan sambungan baru.

"Selain dana pemerintah, akan memanfaatkan dana swasta melalui CSR dalam program sambungan baru ini," katanya.

Suwarman juga berharap adanya inisiatif pemerintah kota/kabupaten untuk mendorong percepatan program sambungan listrik bagi warganya.

Ia menyarankan pemerintah daerah menyiapkan anggaran tiap tahunnya atau memanfaatkan CSR perusahaan swasta untuk bantuan masyarakat yang belum teraliri listrik.

"Memanfaatkan CSR telah dilakukan di Garut. Kita harapkan kabupaten untuk menganggarkan dana untuk rasio elektrifikasi," katanya.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026