Lebih lanjut, Djatnika mengungkapkan bahwa vaksin DBD ini masih dalam tahap penelitian lebih lanjut, layaknya vaksin COVID-19.
"Setelah 48 bulan (kekebalan dari vaksin), dilakukan penelitian lagi. Tinggal berapa persen kekebalannya. Ini sedang dikembangkan lagi, perlu penguat (booster) atau enggak," tuturnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes Jabar: Vaksin belum jadi solusi atasi kasus DBD