Antarajawabarat.com, 7/7 - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyatakan optimistis pelaksanaan pemilihan presiden 2014 wilayah Jabar berlangsung damai, aman dan sukses, dengan adanya pengerahan aparat keamanan dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga keamanan.

"Apabila kita menjamin suasana aman dan damai, tentu masyarakat akan melaksanakan pilihannya dengan nurani, penuh kesadaran, dan rasional," kata Heryawan saat apel gabungan kesiapan dan pergeseran pasukan untuk pengamanan pilpres di Lapangan Gasibu, Bandung, Senin.

Ia menuturkan menjelang pilpres 9 Juli 2014, kondisi keamanan di wilayah kota/kabupaten di Jabar aman terkendali, tidak ada laporan gangguan keamanan.

Gubernur mengungkapkan rasa optimismenya itu bercermin pada pemilihan gubernur Jabar 2013 yang berlangsung tanpa ada masalah gangguan keamanan.

"Secara umum kondisi Jawa Barat damai, aman, dan tenteram," kata Gubernur.

Terkait daerah prioritas pengamanan khusus di Jabar, Heryawan menegaskan tidak ada karena Jabar bukan daerah rawan gangguan keamanan. "Tidak ada wilayah rawan di Jawa Barat," katanya.

Namun upaya menjaga keamanan dan keteriban masyarakat selama agenda pilpres 2014, seluruh jajaran TNI/Polri wilayah Jabar disiapsiagakan di seluruh daerah.

Aparat keamanan sebanyak 21.109 personel disebar setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) serta melakukan patroli untuk mewaspadai munculnya gangguan keamanan dalam pelaksanaan Pilpres.

"Bagi yang coba-coba akan melakukan kerusuhan, mengacaukan dalam pesta Pemilu akan berhadapan dengan TNI dan pihak Kepolisian Jawa Barat," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Moch Iriawan yang hadir dalam apel gabungan itu.

Pemilu 2014 diikuti dua pasang kandidat, yaitu Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK. Prabowo-Hatta didukung enam partai, Jokowi-JK didukung lima partai.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026