“Jihad pertama adalah jihad pada diri sendiri di siang hari dengan berpuasa. Sedangkan jihad kedua adalah jihad di malam hari dengan shalat malam,” katanya.
Ia mengatakan siapa yang melakukan dua jihad dan menunaikan hak-hak berkaitan dengan keduanya, lalu terus bersabar melakukannya, maka ia akan diberi ganjaran di sisi Allah dengan pahala tanpa batas.
“Setiap yang menjaga amalannya akan dipanggil pada hari kiamat dan akan diberi balasan. Adapun ahli Quran dan puasa, mereka akan dibalas dengan pahala tak terhingga,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan ahli Al-Quran itu dapat digapai oleh orang-orang yang menghidupkan shalat malam dengan bacaan al-Quran mereka.
“Betapa penting dan bermanfaatnya menjalankan ibadah di malam Ramadhan,” katanya.
Shalat malan di bulan Ramadhan, menurut KH. Hafizh Utsman merupakan Qiyam Ramadhan atau shalat tarawih.
“Shalat tarawih bisa menggugurkan dosa dengan syarat dilakukan karena iman yaitu membenarkan pahala yang dijanjikan oleh Allah dan mencari pahala dari Allah, bukan karena riya’ atau alasan lainnya,” katanya.
Ia mengatakan pengampunan dosa di situ didapati jika bulan Ramadhan telah usai yaitu ketika menyempurnakan puasa Ramadhan dan qiyam Ramadhan atau shalat tarawih.
“Semakin banyak ayat yang dibaca dalam shalat malam, semakin banyak ganjaran yang diperoleh,” katanya.
Lebih lanjut lagi ia mengatakan siapapun yang shalat malam dengan 10 ayat, maka ia tidak dicatat sebagai orang-orang yang lalai.
“Barangsiapa yang shalat malam dengan membaca 100 ayat, maka ia dicatat sebagai orang-orang yang taat,” katanya.
Novi
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.