Antarajawabarat.com,21/5 - Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Jawa Barat menilai reformasi telah gagal dan pemerintahan Indonesia selama 16 tahun belum menunjukkan perubahan yang baik untuk bangsa.

Pengurus Gema Pembebasan Jawa Barat Mufid Dahlan dalam unjuk pendapat di depan Gedung Sate Bandung, Rabu, mengatakan reformasi telah gagal, terbukti semakin terpuruknya Indonesia di berbagai bidang.

"Ini juga mempertegas bahwa reformasi bukan solusi yang tepat untuk perubahan keadaan yang diinginkan," kata Mufid.

Ia menuturkan era reformasi sudah berlangsung 16 tahun sejak turunnya Soeharto yang menjabat sebagai Presiden Indonesia, 21 Mei 1998.

Di era baru itu, kata dia, seharusnya banyak pihak mampu membawa perubahan Indonesia bangkit dari keterpurukan, tetapi faktanya hingga sekarang reformasi tidak membawa perubahan fundamental bagi Indonesia.

"Ini membuktikan bahwa akar masalah yang menjadi target perubahan ala reformasi tidak dipahami, sehingga solusi yang diberikan tidak tepat," katanya.

Menurut dia masalah kolusi, korupsi, dan nepotisme, hukum yang lemah, dan kepemimpinan Soeharto yang represif sesungguhnya bukan akar masalah Indonesia.

Namun, lanjut dia penyebab terpuruknya Indonesia yaitu diterapkannya sistem kapitalisme sekuler demokrasi yang menjadi asas dalam pengaturan negara dan rakyat.

"Akar masalah dari keterpurukan Indonesaia adalah penerapan sistem kapitalisme sekuler demokrasi, karenanya gerakan mahasiswa seharusnya menghimpun kekuatan menumbangkan akar masalah itu," katanya.

Aksi mahasiswa itu hanya digelar di gerbang utama Gedung Sate yang merupakan kantor Gubernur Jabar, dengan pengawalan dari kepolisian.


Feri P


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026