"Penduduk Jabar itu harus diberikan perhatian lebih untuk mengeyam pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Jabar, porsinya harus lebih besar," kata Yod di Bandung, Minggu.
Menurut dia jumlah mahasiswa asal Jabar di PTN masih minoritas, sebagian besar mahasiswa asal luar Jabar,
Bahkan kurangnya mahasiswa Jabar, lanjut Yod, diakui juga oleh pihak Universitas Padjadjaran dan Universitas Pendidikan Indonesia.
Seperti pengakuan Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), kata Yod menyayangkan di Unpad tidak didominasi mahasiswa asal Jabar.
"Rektor Unpad juga menyayangkan pernah di kelas tidak ada sama sekali orang Sunda," kata politisi Partai Golkar itu.
Menurut dia persoalan itu harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jabar dan para PTN-nya, termasuk mengevaluasi pendidikan tingkat SMA sederajat.
Ia khawatir penyebabnya karena kualitas siswa lulusan SMA di Jabar kurang baik, sehingga kalah bersaing dengan siswa dari daerah lain saat seleksi masuk PTN.
"Apakah kualitas siswa di Jabar kalah bersaing atau ada faktor lain. Tapi terlepas dari itu saya harap ada kuota besar buat masyarakat Jabar," katanya.
Ia berharap, para PTN menerapkan kebijakan khusus bagi masyarakat Jabar agar berpeluang besar lolos menjadi mahasiswa di PTN dengan melewati proses sesuai ketentuan yang berlaku.
"Tentu penerimaan mahasiswa asal Jabar juga harus melalui proses seleksi yang baik," katanya.
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.